Dinas PUPR “Sekarat” Pasca OTT KPK, Mulyadi: Salah Pilih Kepala, Kapal Karam di Tengah

0
Situasi terkini di kantor Dinas PUPR Provinsi Jambi. Tim KPK masih berada di dalam kantor ini hingga malam hari.
Situasi terkini di kantor Dinas PUPR Provinsi Jambi. Tim KPK masih berada di dalam kantor ini hingga malam hari.
SERUJAMBI.COM, Jambi – Pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK RI, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi terkesan “sekarat”. Sejak Plt-nya, M Arfan, ditahan KPK atas kasus suap pengesahan APBD akhir tahun 2017 lalu, dinas ini kehilangan sosok kapten. Siapakah kapten baru yang bisa menyelamatkan dinas ini di tengah badai gratifikasi Zola Cs?
————-
Sejak beberapa hari terakhir, bursa lelang Kadis PUPR Provinsi Jambi “memanas”. Tiga nama yang lolos seleksi, harus dipilih oleh Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar dalam waktu dekat. Apalagi, serapan anggaran terbesar berada pada dinas ini. Jika salah pilih, Fachrori malah bisa membuat anggaran daerah tak terserap.
Informasi dirangkum Serujambi.com, tiga nama yang lolos seleksi itu ialah: Martayadi, M Fauzi dan Zulhifni. Ketiganya telah berhasil lolos penjaringan panitia seleksi (pansel) Pemprov Jambi. Lalu, siapa ketiga sosok ini?
Masih dari data yang diambil dari berbagai sumber, diketahui bahwa Martayadi adalah mantan Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Jambi di masa Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA). Kala itu Kepala Dinas PUPR dijabat Ivan Wirata.
Martayadi juga sempat ditempatkan di Bina Konstruksi, UPTD Dinas PUPR Provinsi Jambi. Ia akhirnya non job di zaman Gubernur Jambi Zumi Zola.
Berikutnya M Fauzi. Sosok ini pernah menjabat Kadis PU di satu kabupaten, sekarang menjabat Kepala Dinas Ketenegakerjaan Provinsi Jambi, terakhir dipercaya Gubernur Zumi Zola sebagai Plt Walikota Jambi saat Pilkada Kota Jambi 2018.
Terakhir, Zulhifni. Hingga saat ini, ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Merangin.
Lalu siapa yang bakal dipilih Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar? Hingga saat ini, Minggu 30 September 2018, belum ada keputusan dari Fachrori. Dihubungi, nomor ajudan resmi Plt Gubernur Jambi tak diangkat.
Adri SH, seorang pengamat hukum Jambi, menyarankan agar Plt Gubernur Jambi memilih Kadis PUPR Provinsi Jambi dari sosok yang berpengalaman di ke-PU-an. Alasannya, dinas yang sedang sekarat ini, butuh orang yang benar-benar lincah, tangguh, banyak relasi dan sudah terbiasa dengan medan yang ada.
“Kadis PU itu harus seperti ranger. Bisa ke atas, ke bawah, ke samping dan ke mana-mana. Jadi modal pengalaman adalah hal mutlak bagi seorang Kadis PU,” jelas Adri.
Selain itu, Kadis PUPR Provinsi Jambi juga harus orang yang tangguh dan dekat dengan staf. Sebab, pemulihan semangat staf pasca OTT KPK terhadap Plt Kadis PUPR M Arfan, menjadi pukulan keras bagi mental staf di dinas itu.
“Staf di PU tentu shock sejak OTT. Pemulihan ini perlu dilakukan supaya sistem bisa bergerak cepat. Makanya butuh orang yang dekat dengan para staf,” beber Adri, lagi.
Terpisah, Mulyadi, seorang tokoh pemuda Jambi menilai PUPR Provinsi Jambi butuh nahkoda yang gesit.
“Dengan begini bisa mempercepat pencapaian program Jambi Tuntas yang tertunda,” papar Mulyadi.
Apalagi dengan adanya penghentian lelang tender proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi, ini diyakini memperlambat pembangunan Jambi secara keseluruhan. Kalau tak terkejar, bisa-bisa serapan anggaran daerah tak capai target di akhir tahun 2018.
“Sebentar lagi Oktober, kalau lelang dimulai, kapan lagi rekanan bisa kerja? Ya kalau lelang mulus, kalau banyak masalah, trus baru kelar bulan November, apa bisa rekanan nyelesaikan kerjaan dalam waktu sebulan?” tuturnya.
Maka itu, ia menyarankan agar Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar benar-benar mempertimbangkan keprofesionalan dalam memilih Kepala Dinas PUPR yang baru.
“Keputusan hari ini menjadi penentu masa datang. Salah melangkah, alamat kapal karam di tengah,” ulasnya.(tim)
Loading Facebook Comments ...
loading...