Dipukul Warga, Ratusan Sopir Batu Bara Balik Serang dengan Besi dan Kayu

0
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Bentrok antara sopir truk batu bara dan warga Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muarabulian serta Desa Rantau Puri, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, nyaris pecah. Hal ini disebabkan selama tiga hari truk batu bara dilarang melintas dan salah satu sopir disebut dipukul oleh salah seorang warga, Selasa (7/8/2018), sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebelum meluapkan emosi kepada warga, ratusan sopir batu bara terlebih dahulu melakukan aksi damai di gedung DPRD Batanghari. Aksi damai ini dimulai dari depan terminal Muarabulian menuju ke gedung DPRD. Namun, tiba-tiba dalam aksi yang semula berlangsung damai, tiba-tiba ada kabar yang menyebutkan seorang rekannya dipukul oknum warga yang mengatasnamakan warga Sungai Buluh.
Mendengar kabar tersebut, ratusan sopir yang berdemo di halaman kantor DPRD Batanghari langsung bergerak menuju lokasi tempat  terjadinya pemukulan tersebut. Tetapi, belum sampai di Desa Sungai Buluh, pihak kepolisian sudah menunggu pergerakan massa.
Sesampai di Sungai Buluh, ratusan sopir tersebut memblokade jalan di wilayah Simpang Pete sembari meminta pihak kepolisian untuk menangkap pelaku yang melakukan pemukulan terhadap salah satu rekan mereka. Aksi pemblokiran tersebut sempat memanas dan massa mengancam untuk melakukan pemblokiran jalan.
Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan sopir batu bara ini ternyata menyulut emosi warga. Saat tengah melakukan aksi, beberapa warga datang dan menyerang para sopir dengan kayu. Tidak tinggal diam, aksi warga tersebut langsung disambut dengan besi dan kayu yang berada di tangan para sopir.
Tak pelak, emosi yang meluap dari kedua kubu membuat pihak kepolisian yang berada di lokasi kewalahan untuk meredam emosi dari kedua belah pihak. Beruntung, warga yang menyerang para sopir dapat melarikan diri dari amukan sopir yang sudah sangat emosi. Untungnya, aksi massa tidak sampai menyebabkan korban jiwa dan korban luka-luka, baik itu dari pihak sopir truk batu bara maupun warga Desa Sungai Buluh. Dan akhirnya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan menyepakati perjanjian.

“Kami minta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum  yang memukul rekan kami. Kami jelas tidak terima karena main pukul saja,” ucap salah seorang sopir dihadapan pihak kepolisian dan warga.

Dia menambahkan, kecelakaan yang terjadi tentunya bukan semata-mata kesalahan dari sopir batu bara. Lanjutnya, kecelakaan itu adalah musibah yang memang sudah digariskan oleh Allah SWT. “Kami dari para sopir tentu tidak menginginkan kecelakaan itu terjadi. Dan kami juga punya keluarga dan anak istri yang menunggu di rumah. Selain itu, kalau jalan rezeki kami ditutup bagaimana dengan keluarga kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Buluh, Supriyono, mengatakan, bahwa aksi blokir jalan yang terjadi di desanya bukan hanya dilakukan oleh warga Sungai Buluh. Namun, kata dia, aksi itu juga dilakukan oleh beberapa desa yang berada di sekitar Sungai Buluh.
“Kami tidak lagi mempersoalkan masalah pejalar desa kami yang tewas. Kemudian, aksi ini tidak sepenuhnya dari warga desa kami saja, tapi tergabung dari desa lainnya dalam wilayah Kecamatan Pemayung,” kata Supriyono, Selasa (7/8/2018).
Dilanjutkan, dibantu pihak kepolisian akhirnya pihak desa dan sopir batu bara telah sepakat untuk menyepakati perjanjian bersama. Terangnya, perjanjian tersebut menyebutkan untuk sementara mobil angkutan batu bara boleh melintas dengan poin-poin yang disepakati.
Terpisah, Kapolsek Muarabulian AKP Asih membenarkan bahwa sopir batu bara dan warga nyaris bentrok. Kata Kapolsek, saat itu para sopir mengaku mendengar jika rekannya dipukul oleh salah seorang oknum yang mengaku warga Sungai Buluh.
“Sebelum para sopir datang kita sudah berada di TKP. Beruntung bentrokan tidak terjadi karena kesigapan personil dibantu pengertian dari warga dan para sopir,” cetusnya.
Dia menjelaskan, dari hasil mediasi yang dilakukan terhadap kedua belah pihak, akhirnya disepakati perjanjian. “Sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani bahwa mobil batu bara boleh melintas pada pukul 21.00 WIB hingga pukul  05.00 WIB pagi,” tegasnya.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: