DPRD Merasa Kecolongan, Tidak Tahu Ada Aliran Gas BUMD Ke Swasta

0
SERUJAMBI.COM, Kualatungkal – Ternyata, sejak tahun 2017 lalu, PT Petrochina masih terus melakukan suplay gas ke BUMD Tanjab Barat. Besaran gas yang diberikan sebesar 5 MMBTU. Namun sayangnya, gas tersebut ternyata dikelola oleh pihak swasta, yaitu PT Gemilang Jabung Energi (GJE).
Uniknya, aliran gas ke pihak swasta ini, ternyata tidak ada pemberitahuan sama sekali ke DPRD. Ketua DPRD, Faizal Riza, baru mengetahui adanya aliran gas ke swasta tersebut, setelah Rabu (15/5/2018) melakukan hearing komisi gabungan dengan sejumlah pihak terkait pembahasan  masalah listrik.
Dari pemaparan yang dilakukan Andri, Direktur PT GJE, disebutkan bahwa ada keterlibatan PT GJE terkait pengalokasian gas sebesar 5 MMBTU. Pengalokasian ini dilakukan , lantaran. Ada jatah untuk mereka dari SKK Migas sejak 2017 lalu.
“Kami ditunjuk lantaran kami juga memiliki kemampuan dalam mengalokasikam gas ke PT Tanjung Jabung Power,” kata Andri.
Penjelasan Andri tersebut, sontak saja membuat ketua DPRD Tanjab Barat Terkejut. Ketua DPRD yang memimpin hearing langsung memberikan pertanyaan ke pihak Petrochina terkait alokasi gas tersebut. Sebab, berdasarkan yang dilaporkan ke DPRD dan sepengetahuan DPRD, yang memiliki kewenangan untuk mengalokasikan gas ke PT Tanjung Jabung Power hanya BUMD, yaitu Jabung Barat Sakti.
“Tolong perwakilan Petrochina, berikan penjelasan kenapa alokasi gas itu bisa pindah ke swasta. Dasarnya apa?,” tegas pria yang akrab disapa Icol itu.
Icol menyebutkan, bahwa adanya pengalihan pengelolaan pengalokasian gas, tidak diketahui DPRD sama sekali. DPRD masih menyangka, BUMD Jabung Barat Sakti lah yang mengelolanya selama ini. Sehingga ada pemasukan ke BUMD.
Mendapat pertanyaan itu, perwakilan Petrochina, Gerald Mayor, lebih memilih bungkam dan tak menjelaskan secara detail. Dia hanya menyatakan, akan memberikan penjelasan secara teknis, pada pertemuan berikutnya.
Jawaban itu tentunya langsung menimbulkan tanda tanya besar. DPRD pun kompak mendesak untuk meminta penjelasan saat itu juga. Agar tidak ada yang dirahasiakan lagi.
Mendapat desakan tersebut, pihak Petrochina kemudian akhirnya memberikan penjelasan. Gerald Mayor menjelaskan, bahwa ada surat penunjukkan dari Bupati Tanjab Barat, bahwa alokasi gas dari SKK Migas, dialihkan ke pihak Swasta, yaitu PT GJE.
“Jadi kita mengacu pada surat penunjukkan itu,” jawabnya.
Terpisah, Asisten I Setda Tanjab Barat, Hidayat, ketika dikonfirmasi terkait masalah itu, membenarkan telah ada pengalihan dari BUMD ke PT GJE. Menurutnya, PT GJE bukan murni swasta yang ditunjuk. Tapi ada perusahaan swasta lainnya.
“Saya lupa perusahaan swastanya. Memang BUMD kita tidak ada kemampuan untuk mengolah alokasi gas itu. Baik dari segi keuangan, SDM dan sebagainya. Makanya sejak 2017, kita serahkan ke swasta, karena ada aturan bahwa pihak swasta boleh menghilangkan gas itu,” terangnya. (Iis)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: