Dua Karyawannya Tewas Saat Bekerja, PT KTN Pilih Bungkam

0
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban. (Istimewa)
SERUJAMBI.COM, Sengeti – Setelah melakukan pencarian selama dua hari, akhirnya jasad Hermansyah (32), warga desa Kemingking yang tenggelam di Sungai Batanghari, Kamis (11/1/2018), ditemukan Tewas di Desa Rukam.
Jenazah karyawan PT Kurnia Tunggal Nugraha (KTN) ditemukan oleh tim BPBD sekitar pukul 08.00 WIB, tak jauh dari lokasinya tenggelam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muarojambi, M Zakir, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jasad Korban telah ditemukan timnya. Korban ditemukan oleh warga yang memancing dan kebetulan lewat di lokasi ditemukannya jasad korban. “warga langsung menghubungi tim SAR dan tim SAR langsung menuju kokasi untuk mengevakuasi jasad Korban,” Kata Zakir.
Lanjut Zakir, setelah dievakuasi oleh tim SAR, jasad korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi dengan menggunakan mobil ambulance, untuk kemudian dilakukan visum. Setelah itu, dimandikan dan dikafani, lalu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
BACA JUGA: Mengenaskan! Karyawan PT KTN Tewas dalam Penggilingan Karnel
Zakir menyebutkan, pada pencarian kemarin tim yang diterjunkan telah ditambah, seperti dari Satpol PP maupun Basarnas. “Untuk wilayah pencarian masih belum diperluas, masih seperti yang kemarin. Namun kondisi Jenazah pada saat dilakukan pencarian kemarin, masih tenggelam, sehingga tidak ditemukan oleh tim pencari. Mungkin hari ini baru timbul,” Pungkas Zakir.
Dengan tewasnya Hermansyah, maka dalam dua bulan terakhir telah dua orang karyawan PT KTN tewas saat bekerja. Sebelumnya Miskun, karyawan PT KTN ditemukan tewas masuk ke dalam mesin penggilingan kernel. Masyarakat pun banyak yang mempertanyakan safety riding di perusahaan tersebut.
Sayangnya, pihak perusahaan justru memilih bungkam pada awak media. PT KTN melalui pihak keamanan melarang wartawan masuk dan melaksanakan peliputan. Wartawan harian liputan Muarojambi dari koran dan televisi diarahkan ke pos security, selanjutnya diminta agar meninggalkan lokasi perusahaan. Meskipun awak media menjelaskan dari media mana saja dan apa tujuan mereka datang kesitu, namun mereka tetap tidak mengizinkan.
“Maaf bang atasan kami perintah, kalau abang tidak boleh masuk baik untuk meliput ataupun mengambil gambar,” kata petugas keamanan perusahaan, kepada wartawan yang hendak meliput kejadian.
Saat wartawan menanyakan apa alasan pihak perusahaan tidak mengizinkan wartawan meliput peristiwa kecelakaan tersebut, petugas keamanan mengaku tidak bisa menjawab dan berdalih hanya menjalankan tugas.  “Kami hanya menjalankan perintah atasan. Atasan kami bilang tidak boleh masuk bang,” ujar Satpam.(iis/clp)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: