Dua Penarik Pompong Selundupkan Baby Lobster Senilai Rp 14 M

0
SERUJAMBI.COM, Jambi – Ditpolair Polda Jambi Minggu (5/8/2018), berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster keluar Kabupaten Tanjab Timur. Dua orang pelaku, AP dan RX, warga Lembur Luar dan Parit Janda Kabupaten Tanjab Timur dimankan.
Dari tangan kedua orang pelaku, polisi berhasil mengamankan 18 boks yang berisi baby lobster jenis pasir dengan jumlah 89,460 ekor dan dua boks benih baby lobster jenis mutiara dengan total 3,385 ekor. Diperkirakan nilai total baby lobster ini mencapai Rp 14 miliar.
Dari keterangan pihak kepolisian, penangkapan ini bermula dari adanya informasi dari masyarakat. Dimana masyarakat melihat adanya satu unit kapal tradisional masyarakat jenis pompong yang membawa kotak (boks) bewarna hitam, di perairan Muara Lagan Kabupaten Tanjab Timur.
Berbekal informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengejaran ke lokasi itu. Alhasil, petugas menemukan ciri-ciri pompong yang dimaksud. Namun, ketika petugas hendak mendekati pompong tersebut, sejumlah orang yang menggunakan sebo, langsung kabur menggunakan speedboat. Tak mau kehilangan buruan, petugas dengan cekatan langsung mengamankan AP dan RX.
Dir Polair Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi, menjelaskan, pelaku melaksanakan kegiatannya dengan modus operandi memindahkan belasan boks berisikan benih baby lobster tersebut dari atas pompong ke speedboat yang telah menunggu.Dari penangkapan ini, petugas mengamankan satu unit pompong dan 18 boks benih
“Dari kegiatan mereka ini, kita berhasil mengamankan kerugian negara sebesar Rp 14,095 M. Dengan rincian benih baby lobster jenis pasir 89,460 ekor x Rp 150.000= Rp 13,419 M lalu untuk benih baby lobster jenis mutiara 3,385 ekor x Rp 200.000= 676 juta,” terangnya
Fauzi menambahkan, dari keterangan sementara, kedua pelaku telah melaksanakan kegiatan seperti ini sebanyak empat kali. Pelaku merupakan kurir yang mendapatkan imbalan sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per sekali kegiatan.
“Kedua pelaku hingga saat ini tidak mengetahui siapa orang yang memesan. Mereka di telpon dari Jambi untuk membawa boks tersebut ke wilayah batas ambang perairan Tanjab Timur,” katanya.
Atas perbuatannya para pelaku dikenakan pasal 88 undang-undang RI no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang no 31 tahun 2004 tentang perikanan. Dimana para tersangka akan diancam dengan kurungan penjara selama 6 tahun atau denda sebesar 1,5 M. (cr01)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: