Gawat! Polisi Tangkap Mantan Presiden

Our Partner: Antaranews.com (kantor berita Indonesia)

0
Presiden Maladewa Abdulla Yameen
Presiden Maladewa Abdulla Yameen
SERUJAMBI.COM РPolisi Maladewa menangkap mantan presiden Maumoon Abdul Gayoom, Senin waktu setempat, kata juru bicara kepresidenan  Abdul Aleem kepada Reuters.

Langkah ini ditempuh hanya beberapa jam setelah Presiden Abdulla Yameen mengumumkan keadaan darurat selama 15 hari.

Perlawanan presiden ini menandai meluasnya sengkete hukum presiden dengan mahkamah agung di negara kepulauan itu.

Gayoom, yang merupakan adik tiri Yameen dan telah memerintah negeri ini selama 30 tahun sampai 2008, ditangkap di kediamannya, bersama dengan seorang menantunya.

Yameen menolak mematuhi perintah Mahkamah Agung untuk membebaskan para pemimpin oposisi, termasuk putra Gayoom,Farish, yang adalah wakil rakyat yang beroposisi.

Maladewa bergolak, Presiden Abdulla Yameen umumkan keadaan darurat
Presiden Maladewa Abdulla Yameen mengumumkan keadaan darurat selama 15 hari, Senin waktu setempat, sehingga memperdalam krisis politik di negara yang pemimpinnya harus berhadapan dengan mahkamah agungnya sendiri.

Biasa dikenal sebagai surga untuk pasangan bulan madu, Maladewa bergolak dalam beberapa tahun belakangan setelah sang presiden memenjarakan siapa pun lawan-lawan politiknya sejak berkuasa pada 2013.

Sengketa antara Yameen dan mahkamah agung mulai terjadi pekan lalu ketika presiden menolak perintah pengadilan untuk membebaskan sembilan pembangkang politik dan mengembalikan kursi 12 legislator yang dipecat oleh partai pimpinan Yameen.

Mahkamah agung mengeluarkan kejutan Kamis pekan lalu dengan memberi oposisi kursi mayoritas dalam legislatif total beranggotakan 85 orang sehingga mereka bisa memakzulkan presiden.

Langkah mahkamah ini juga meratakan jalan mantan presiden Mohamed Nasheed yang berada di pengasingan dan presiden pertama yang terpilih secara demokratis namun dibatalkan karena diduga terlibat terorisme pada 2015, untuk kembali ke Maladewa guna menjadi presiden tahun ini.

Namun pemerintah Yameen menolak mematuhi keputusan mahkamah agung itu dengan memerintahkan tentara dan polisi untuk menolak setiap langkah mahkamah dalam menangkap atau memakzulkan Yameen.

Krisis politik makin parah setelah pembantu Yameen, Azima Shukoor, mengumumkan keadaan darurat di televisi.

“Alasan deklarasi ini adalah bahwa keputusan Mahkamah Agung telah menghalang-halangi fungi pemerintahan,” kata Azima seperti dikutip AFP.(usa/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...