Gelapkan Mobil, Pria Paruh Baya di Batanghari Diringkus

0
SERUJAMBI.COM, Jambi – M Taher bin Seh, warga Desa Koto Boyo, Bathin XXIV, Batanghari kini terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Polres Batanghari. Pasalnya, pria paruh nekat menggelapkan satu unit mobil.
Dari informasi yang diperoleh serujambi.com, modus yang dilakukan oleh tersangka ini adalah menyewa mobil jenis Suzuki APV dengan nopol D 1768 ACZ milik Syam Bisma warga RT 04/01, Kelurahan rengan condong, Kecamatan Muara Bulian, Batanghari.
Selanjutnya, tersangka meminjam mobil tersebut selama dua hari, kemudian tersangka mobil selama Dua hari sebagai modus. Setelah dirinya mendapatkan mobil tersebut, mobil dijual ke Yudi sebesar Rp 12 Juta.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari IPTU Dimas Arki Jati Pratama kepada awak media Rabu (25/4/2018).
“Penangkapan tersangka berdasarkan laporan korban bernama Arif pada Jumat 13 April 2018 sekitar pukul 12.35 WIB,” ujar Dimas Arki Jati Pratama.
Dikatakannya, saat ini pihak kepolisian mengalami kesulitan untuk mengambil mobil di tangan SAD bernama Yudi. Dimas mengatakan untuk mengambil mobil harus menyerahkan uang tebusan sebesar Rp 30 juta kepada Yudi.
“Hingga saat ini mobil tersebut masih berada dalam tangan SAD. Tersangka berhasil diamankan pada 18 April 2018 sekitar pukul 08.30 WIB di rumahnya. Kita mau bertindak susah, karena mobil di tangan SAD. Sementara SAD harus dilestarikan. Kalau mau ambil mobil harus menyerahkan uang 30 juta,” ungkapnya.
Akibat perbuatannya, Muhamad Taher terpaksa meringkuk dalam sel tahanan Polres Batanghari. Tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman kurungan penjara selama Empat tahun.
Terpisah, tersangka Muhamad Taher saat dikonfirmasi oleh awak media, mengaku aksi pengelapan mobil rental dilakukan seorang diri. Jasa rental telah dibayar selama dua hari.
Diakui oleh dirinya, mobil tersebut dijual kepada salah satu SAD di Kabupaten Sarolangun bernama Yudi. Taher ternyata telah dua kali melakukan penggelapan mobil.
“Sudah duo kali, pertamo di Kota Jambi dan keduo di Batanghari,” ucap Taher.
Dilanjutkannya, dirinya merental mobil tersebut selama dua hari. Biaya rental mobil untuk satu hari sebesar Rp 300 ribu. Dua mobil hasil penggelapan  di jual kepada SAD.
“Duitnyo sudah habis untuk judi poker dan pesta bersama wanita,” ungkap Taher.
Dirinya pun mengakui, niat awal menggelapkan mobil rental muncul setelah dirinya mendapat telepon dari SAD. Dalam percakapan SAD meminta dirinya mencari mobil.
“Dari sini lah sayo timbul niat merental mobil. Sayo sudah kenal dengan pemilkk mobil dan sering merental mobil,” pungkasnya.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: