Hampir Seluruh Anggota 6 Fraksi DPRD Tebo Curhat ke Wabup

0
SERUJAMBI.COM, Tebo – Hampir semua anggota DPRD Tebo yang tergabung dalam 6 fraksi DPRD Tebo yang menolak untuk membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tebo Tahun Anggaran (TA) 2019, menyampaikan alasan dan curahan hati (Curhat) mereka kepada Wakil Bupati (Wabup) Tebo dalam rapat yang digelar Senin (5/11) diruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tebo.

BACA JUGA : Kasus Pipanisasi, Hendri Sastra Sebut Pembagian Fee Proyek di Rumah Pejabat Kawasan Pal Merah

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Tebo, Wartono Triankusumo, dibuka dengan pernyataan Waka DPRD Tebo Syamsurial yang menyatakan bahwa 6 fraksi DPRD Tebo yang telah sepakat menamakan diri Fraksi Pro Rakyat Tebo, tetap menolak untuk membahas RAPBD yang sudah diajukan oleh TAPD ke DPRD Tebo.
“Kami tetap komit menolak membahas RAPBD tersebut sebelum dilakukan perubahan isinya, karena hanya memihak kepentingan fraksi Golkar saja, tapi kami menyambut baik ada itikad baik pemkab Tebo untuk berkomunikasi dengan kami setelah hampir 15 hari tidak ada tanda-tanda untuk berkomunikasi,”tutur Syamsurial yang akrab disapa Iday.
Tidak hanya sebatas itu saja Iday juga meminta Wabup segera memenuhi permintaan 6 fraksi DPRD Tebo untuk menonaktifkan Sekretaris DPRD Tebo, Nafri Junaidi.
“Kami juga minta pak Wabup dan Pak Bupati segera menindak lanjuti surat permohonan kami terkait Sekretaris DPRD Tebo,”katanya lagi sembari menuturkan alasan kenapa fraksi pro rakyat Tebo meminta Bupati untuk menonaktifkan Sekretaris DPRD Tebo kepada Wabup.
“Perlu ada perbaikan terhadap kinerja Sekwan sesuai tupoksi nya,”lanjutnya lagi.
Selanjutnya Suhendri anggota DPRD Tebo dari Fraksi PAN meminta kepada Pemkab Tebo jika memang ada itikad baik untuk membangun komunikasi dengan 6 fraksi DPRD Tebo, tidak usah memakai pola yang ada sekarang ini.
“Kami ni bukan anak kecil yang bisa dibodohi, kami sudah tahu persoalan ini, kami sudah tahu bagaimana posisi Bapeda, bagaimana posisinya kepala dinas yang ada dikabupaten Tebo dalam menyusun anggaran yang diajukan dan sebaiknya dak usah dibuka lagi kalo memang ingin dikomunikasikan,”ujarnya dalam rapat.
Lebih jauh Suhendri menyebutkan solusinya adalah pra anggaran demi tercapainya APBD Kabupaten Tebo yang merata dan adil bagi seluruh kecamatan Kabupaten Tebo.
“Mau ngeles gimana lagi, dalam RAPBD yang diajukan sekarang ini ada suatu tempat yang mulai dari tahun 2017 sampai 2019 besok selalu dianggarkan, jangan bohong lah,”katanya lagi.
Suhendri mengatakan bahwa 6 fraksi DPRD Tebo memahami ketidak berdayaan para Organisasi Perang Daerah (OPD) Kabupaten Tebo terhadap penyusunan RAPBD yang diajukan.
“Ibarat Gantang, ini sudah penuh, nak meloloi kami manjang, dulu kami diam saja ketika Anggaran sudah dibahas di Banggar bisa berubah, karena demi kebaikan Tebo, tapi dibiarkan semakin melunjak saja,”tegasnya lagi. Menurut Suhendri tidak perlu balik mundur dalam pra anggaran nanti, bahkan bisa mengakomodir yang ada didalam Musrenbang.

BACA JUGA : Pemkab Tebo Kirim Wabup Temui 6 Fraksi DPRD Tebo

“Salah satunya yang sudah dapat pembangunan 2018 tidak usah dimasukkan lagi, saya sendiri mengusulkan untuk teluk lancang diperbatasan Tebo -Sumbar, berapo kali Sayo usulkan dak masuk, tapi apa kato kadis PU, Sayo ni apolah bang, kalo kamu nak pecat yo pecatan, jadi-jadi lah nak meloloi kami ni,”pungkasnya.(ian)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: