IRT Warga Kerinci Tewas Gantung Diri

0
Warga Kerinci gantung diri.
Warga Kerinci gantung diri. Foto: Gerhanaonline.com
SERUJAMBI.COM – Warga Dusun Pantai Cermin, Desa Sandaran Galeh, Kecamatan Kumun Debai, Kerinci, beberapa waktu lalu heboh. Mori Susanti, seorang ibu rumah tangga ditemukan sudah tak bernyawa.
Mori yang berusia 29 tahun itu diduga nekat gantung diri di rumahnya di Dusun Pantai Cermin karena sakit dan tak punya biaya untuk berobat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi.
Laman portal berita Kerinci, Gerhanaonline.com melaporkan, menurut warga setempat, pada Kamis (25/10/2018) sekira pukul 07.30 WIB di RT 06 Dusun Pantai Cermin, telah terjadi bunuh diri dengan cara gantung diri. Korban yang biasa dipanggil Mori Susanti merupakan pasien ganguan jiwa.
Kabar ini disampaikan ibu kandung korban, Siti Hijir, dan tetangga korban, Rawona, .
Pada Rabu 24 Oktober 2018 sekira pukul 20.00 wib, korban tidur di dalam kamar lantai bawah dengan ibunya Siti hijir, Pada Kamis sekira  pukul 05.00 WIB, korban bersama ibunya bangun dan pergi ke dapur dan tidak lama kemudian  korban pergi ke lantai 2 rumah itu.

BACA JUGA: Parah! Gadis Cilik Disiram Bensin Lalu Dibakar Tiga Rekannya

Sekitar 1 jam kemudian, ibunya menyusul ke lantai 2 dan melihat korban sudah tergantung. Panik, ibu korban memanggil paman korban, Kilusman (52), kemudian paman korban dan tetangga menurunkan korban dan meletakkan korban di ruang tamu.
Kapolsek Sungai Penuh Iptu Yudistira bersama personil Polsek Sungai Penuh dan Sat Intel Polres Kerinci, Personil Unit Identifikasi polres Kerinci, begitu mendapat laporan warga setempat lansung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan identifikasi.
Dari hasil pemeriksaan dari dokter di Puskesmas Kumun, di leher korban terdapat bekas tali dileher dan korban mengeluarkan kotoran dari anus korban.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga membuat surat pernyataan mengikhlaskan korban dan tidak akan menuntut kepada pihak kepolisian dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
Diduga, korban mengalami gangguan jiwa dan pernah sekali dirawat di RSJ Jambi selama 45 hari.
Keluarga korban yang enggan namanya disebut mengatakan, “pada bulan September tahun lalu korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dan pihak korban langsung mengantar korban ke RSU,” ujarnya
Diketahui, korban juga pernah mengeluhkan ke pihak keluarga kalau korban ingin berobat di RSJ Jambi namun keluarga tidak mempunyai biaya untuk berobat. “Korban melakukan bunuh diri diduga karena mengalami gangguan jiwa dan pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri,” tukas warga.(lim/sumber: Gerhanaonline.com)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: