Jadi Rampok Pecah Kaca, Oknum PNS PUPR Muarojambi Bawa Kabur Uang Nasabah Bank

0
rampok
Oknum PNS PUPR Muarojambi (rompi orange, kanan) saat di Mapolda Jambi. Foto: Wawan/Serujambi.com
SERUJAMBI.COM, Jambi – Direktorat Polda Jambi berhasil meringkus tiga tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan modus pecah kaca mobil. Dari tiga tersangka yang diringkus, salah satunya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muarojambi yaitu M Syukri alias Buajang (51), warga RT 35, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Muarojambi.
BACA JUGA: BREAKING NEWS! Rp 200 Juta Duit Guru SMA 2 Tembesi Raib Digondol Rampok Pecah Kaca
Dari data yang didapat Serujambi.com, dua tersangka lainnya yakni, Deni Naun Masadi (51) warga RT 11, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Lalu, Willyanto alias David (49) warga Suka Bakti, Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten.
Adapun kejadian ini berawal dari korban saat keluar dari Bank BPD Telanaipura. Lalu, ada tiga tersangka menggunakan mobil Honda CR-V dan dua tersangka menggunakan motor Yamaha Jupiter MX melihat korban keluar membawa kantong plastik hitam yang berisikan uang tarikan dari bank tersebut, Rabu (26/9/2018) lalu, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kemudian, setelah korban berjalan mengendarai kendaraannya, kelima tersangka tadi mulai mengikuti korban hingga akhirnya di Jalan Bengkulu, RT 4 lorong Arizona, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi dua tersangka yang menggunakan motor tadi mendekati korban dan memecahkan kaca mobil korban. Dan uang korban pun raib digarap tersangka.
Wakil Direktur Reskrimum Polda Jambi, AKBP Syarif Rahman mengatakan, bahwa pada 3 Oktober 2018 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB tersangka Deni berhasil diringkus. Kemudian, pada 6 Oktober 2018 lalu, sekitar pukul 06.00 WIB kembali dilakukan penangkapan terhadap tersangka M Syukri. Sedangkan untuk tersangka Willyanto sudah diamankan di Polsek Karawang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
BACA JUGA: Polsek Penjaringan Diserang, Satu Polisi Terluka
“Sementara untuk BN dan YN saat ini masih DPO,” kata Wadir AKBP Syarif Rahman.
Selain itu, lanjutnya, atas kejadian ini korban menuai kerugian sebesar Rp 90 juta. “Atas perbuatan yang dilakukan tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman paling lama 7 tahun kurungan penjara.” tandasnya.(don)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: