Jambi Tiga Besar Nasional Rawan Narkoba

0
Ilustrasi Pengedar Narkoba. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Jambi – Peredaran dan penggunaan narkoba di Provinsi Jambi sudah sangat memprihatinkan. Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi, kini telah memasuki peringkat tiga besar tingkat nasional rawan narkoba. Berada di atas Kalimantan Timur, dan tentunya urutan pertama adalah Jakarta.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi, Brigjend Pol M Toha, melalui Kabid P2M, AKBP Abdul Razak, saat ditemui Seru Jambi di ruang kerjanya pada Senin (22/1/2018).
Abdul mengatakan, survei dilakukan oleh BNN Pusat bersama dengan Pusat penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) 2017.
“Peringkat Jambi naik dari tahun sebelumnya, artinya ini cukup parah. Tahun sebelumnya di peringkat 24 saat ini menjadi peringkat tiga. Ini sangat ngeri. Jakarta, Kaltim ,Jambi, Kalsel ,sulsel, dan Lampung.,” ungkapnya.
AKBP Abdul Razak juga mengungkapkan, kerugian yang diakibatkan penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai puluhan triliun. Hal itu di akibatkan biaya pengobatan dan biaya makan dari narapidana narkoba.
“Saat ini untuk anggaran makan narapida narkoba perorang mencapai Rp 6 juta pertahun dan kalau rehabilitasi bisa mencapai Rp 10 juta pertahun. Jadi kalau ditotal dengan yang terlibat penyalahgunaan narkoba dan pengedar, negara harus mengeluarkakn Rp 72 triliun pertahun,” sebut Abdul.
Di Indonesia dibagi atas beberapa kategori yakni, kategori pengguna Narotika yang coba-coba mencapai 61 persen. Selain itu terdapat 29 persen sebagai pengguna yang telah mengalami ketergantungan. “Sedangkan delapan persen lainnya merupakan pengguna non suntik sedangkan sisanya satu persen merupakan pengguna narkoba yang mengunakan jarum suntik,” ungkapnya.
Dari kategori umur juga sangat memprihatinkan, yakni di Indonesia sudah ada yang menggunakan narkoba dari tingkat sekolah dasar.

“Termuda pengguna narkoba berumur 7 tahun dan tertua 69 tahun,” kata Abdul Razak.

Bahkan hasil survey tersebut memberikan rata usia pengguna Narkotia yakni usia 27 tahun dimana usia tersebut merupakan usia produktif.
Rata -rata satu dari lima pengguna narkoba tersebut merupakan pencandu yang pernah menjadi kuriri, serta satu diantara 10 pernah mengalami over dosis penggunaan narkoba.

“Yang lebih mengejutkan lagi satu dari 20 pecandu narkoba tersebut pernah menjalani rehabilitasi di BNN maupun di luar dari BNN sendiri. Satu dari lima pecandu narkoba pernah menjadi kurir, Satu di antara 10 pengguna narkoba pernah over dosis, satu dari 20 orang pencandu narkoba pernah di rehabilitasi,” pungkasnya.(eks/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: