Jaringan Listrik Interkoneksi Mulai Dikerjakan, 209 Titik Tapak Tower Berada di Jambi

0
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto. (ist)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Program strategis nasional pembangunan jaringan kelistrikan interkoneksi Sumatera tahun ini mulai dikerjakan. Dalam pembangunan itu, Jambi akan dilewati dengan dua proyek, yakni jalur dari pusat pembangkit listing mulut tambang yang berada di Palembang, kemudian menyalurkan ke daerah lain.
“Posisi kita diuntungkan. Dengan adanya program ini, kebutuhan listrik Jambi akan terpenuhi, dengan jatah 500 Kv,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi , M Dianto, Rabu (14/3/2018).
Ia menyebut, titik pembangkit listrik ini berada di Palembang, tepatnya di kawasan tambang batubara Muara Enim. Dalam pembangunannya, Pemprov berperan membantu pihak ketiga. Bantuan ini berupa pembentukan tim terpadu, yang nantinya membantu menyosialisasikan dan menghitung besaran santunan bagi masyarakat yang lahannya dilewati oleh tower kabel listrik.
“Tim nantinya akan terdiri dari berbagi elemen dan tugasnya untuk melancarkan pembangunan, dan mencegah konflik,” ujarnya.
Untuk pengerjaan pertama (Proyek 1) adalah Jalur Jambi dengan nama New Aurduri menuju Pekanbaru (Riau) yakni Prana. Dengan jumlah total tapak tower sebanyak 553 tapak.
“Sebanyak 209 titik tower berada di Jambi dan 244 titik lainnya di Riau. Di Jambi sendiri ada 2 daerah yang dilintasi. Ke duanya adalah Kabupaten Muaro Jambi dengan 153 tapak dan Tanjung Jabung Timur sebanyak 156 tapak,” papar Dianto.
Dikatakannya lagi, daerah yang dilintasi sebagian besar milik masyarakat, disusul Hutan Industri dan Kawasan Hutan Guna Usaha. “Dari 209 tapak tower di Jambi, sebanyak 164 berupa kawasan APL yang dikuasai masyarakat. Kemudian 70 titik berada di Hutan Industri dan 75 titik lainnya berada di kawasan Hutan Guna Usaha,” sebut Dianto.
Yang menjadi masalah, lanjutnya, adalah 70 tapak di Hutan Industri. Dari hutan Industri ini dibagi dua macam, yakin dikuasai perusahan dan masyarakat. Hal ini dikarenakan ganti rugi tidak bisa diberikan sama dengan talak lain.
Dijelaskannya, 1 tapak berada di Muaro Jambi dan 69 tapak di Kabupaten Tanjab Timur. Dengan rincian 31 berada di Hutan Industri WKS dan sisanya sebanyak 39 berada di Hutan Industri yang dikuasai masyarakat. “Ini yang kita lakukan pendampingan,” katanya.
Sementara Bagian Perizinan dan Pembangunan PT Waskita, Agus Pramugari mengatakan, pembangkit listrik mulut tambang yang dibangun di Muara Enim sampai ke Aceh itu akan melewati Jambi, dari Sumsel ke New Aurduri.
Dalam pembangunannya, mereka meminta bantuan tim terpadu yang dibentuk oleh Pemda. Tim ini nantinya melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang lahannya dilalui tower listrik.
“Kita meminta tim terpadu untuk membantu sosialisasi pembebasan lahan terkait pembangunan tapak tower yang dikuasai masyarakat di hutan industri,” katanya.
Ia menjelaskan, secara kontrak pembangunan dilakukan 23 Mei 2017 lalu selama 3 tahun. Nah kini tinggal pembangunan jaringan dari Palembang hingga Aceh. “Saat ini sudah berjalan, sejak awal tahun 2018, untuk jaringan,” tandasnya. (*/hry)
Loading Facebook Comments ...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: