JNP Jadi Tempramental Sejak Ayahnya Dibunuh

0
SERUJAMBI.COM,Jambi – Nama Jose Naldy Pakpahan (JNP) dua hari terakhir ini menjadi perbincangan hangat karena kasus penistaaan agama yang dilakukannnya. Pemuda 20 tahun ini, memposting kalimat-kalimat yang melecehkan agama Islam dan menyinggung seluruh umat muslim.

BACA JUGA: Nangis Terisak-Isak, Orang Tua JNP: Kami Mohon Maaf Kepada Seluruh Umat Muslim

Asri Nainggolan, ibunda JNP, mengatakan perubahan sikap anaknya memang begitu signifikan sejak kematian ayahnya yang tidak wajar, pada 19 Maret 2015 silam. Ayah JNP, Pakpahan ditemukan tewas bersimbah darah di kebun karet miliknya. Saat itu JNP masih duduk di bangku kelas III SMA.
“Dia menjadi tempramental sejak saat itu. Apalagi kasus pembunuhan itu sampai sekarang belum terungkap pelakunya,” ujar Asri saat dijumpai serujambi.com, Jumat (30/2/2018).
Memang sambung Asri, JNP yang empat bersaudara merupakan anak yang paling dekat dengan sang ayah.
“Waktu ayahnya mau dikubur dia sampai mau lompat ke dalam lobang kubur,” ujar Asri sambil menangis.

BACA JUGA: Ini Video Orang Tua JNP Minta Maaf

Sebelum itu, sambung Asri, Jose anak yang sangat periang dan bergaul pun rata-rata dengan umat muslim. Karena mayoritas desanya di Samaran Pauh, Sarolangun adalah muslim.
“Tapi sejak 2015 itu, Dia menjadi sangat pendiam. Dan kalau kita tegur dia bisa marah, mungkin karena ada kecamuk dendam dihatinya,” ungkap wanita 56 tahun ini.
Kini, Asri dan keluarga besarnya hanya bisa pasrah atas kejadian yang minimpa JNP. Tapi, kata Asti tidak ada unsur apapun atas apa yang di-posting oleh anaknya. Semua spontanitas.
“Anak saya juga kemarin saya jenguk di Polda mental psikisnya juga sudah sangat turun. Dia banyak diam. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya bisa pasrah,” pungkas Asri.(hry)

BACA JUGA: Heboh… Akun Mengaku Mahasiswa UNJA Lecehkan Agama Islam

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: