Kades Teluk Bantah Warganya Jadi Penyebab Pengeroyokan Polisi

0
Kades Teluk, Hasan
Kades Teluk, Hasan. (Rizki/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Kasus pengeroyokan anggota Satres Narkoba Polres Batanghari yang sempat heboh pekan kemarin, karena disebabkan adanya penangkapan bandar sabu di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Batanghari.
Namun, terkait bandar sabu yang diketahui bernama Paisal ini, Kepala Desa Teluk, Hasan membantah kalau Paisal adalah warganya.
“Kalau dio (Paisal) bukan warga kito, KTP nyo bae Kota Jambi, Lorong Puteri, Telanai Pura,” ungkap Hasan.
Dijelaskannya, Paisal satu hari dalam setiap minggu selalu berkunjung ke Desa Teluk. Sebab orang tuanya membangun rumah di desa. Karena orang tuanya yang merupakan penduduk asli Desa Teluk.
“Perangkat desa selama ini tidak mengetahui sama sekali aktivitas Paisal. Kalau kami tahu dio selamo ini jual narkoba, terus terang bae, kami dulu yang melaporkan. Kami ko sayang jugo dengan anak-anak kito,” ungkapnya.
Saat ditanyai apa yang menyebabkan warga Desa Teluk menyerang pihak kepolisian? Hasan mengatakan bahwa keributan dipicu karena Khotib Masjid di pukul oleh petugas kepolisian.
“Sayo tanyo dengan warga siapo yang tinju Khotib Masjid, tidak ada yang jelas beritanya. Padahal itu tidak ada, itu di komporin bae. Pihak polisi tidak ado yang tinju siapopun pihak polisi cuma menangkap, disitulah lepasnyo Paisal,” terangnya.
Dijelaskanya pula, warga yang menjadi provokasi besar kemungkinan merupakan termasuk dalam jaringan tersangka. Warga yang diduga merupakan provokasi yakni Roni, Abdul Wahab, Ilham dan Baihaki yang menonjok oknum polisi.
“Kalau saya terus terang, penyisiran malam itu sayo sangat setuju. Kalau siang sayo dak ado karena lagi ganti oli mobil di Simpang Rimbo. Waktu saya dihubungi, tersangka sudah lepas dari sergapan petugas,” tegasnya.
Diakatakannya pula, pada hari Sabtu (7/4/2018) kemarin, waktu dirinya berada di Polres, Hasan dapat kabar kalau tersangka mau menyerahkan diri.
Mendapat informasi tersebut, Hasan langsung pulang dan sesampai dirumah, anggota Polres sudah menunggu tersangka Paisal di depan rumah Hasan. Ada juga mobil untuk menunggu tersangka di ujung jalan.
“Ternyato kami di tipu. Ternyato dio arah nyebrang menurut beritanyo arah ke Sengeti,” kesalnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pihak desa juga telah melaksanakan sosialisasi kepada seluruh masyarakat tentang bahaya narkoba. Dan masyarakat juga sepakat membantu Polres Batanghari dan Polsek Pemayung untuk membantu melakukan penangkapan terhadap tersangka. Selanjutnya masyarakat juga sepakat memberikan informasi keberadaan tersangka.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: