Kakak Beradik Terjaring Satpol PP, di TKP Ditemukan Tuak dan Rokok

0
Enam Pelajar di Batanghari yang Terjaring Razia. Foto: Rizki/Serujambi.com
Enam Pelajar di Batanghari yang Terjaring Razia. Foto: Rizki/Serujambi.com
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Batanghari diamankan oleh Satpol PP saat berkeliaran pada jam pelajaran yang sedang berlangsung.

BACA JUGA : Setubuhi Pacar Hingga Hamil di Rumah Paman, Pemuda Asal Pemayung Ditangkap Polisi

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh SeruJambi.com, sedikitnya terdapat enam pelajar yang diamankan oleh Satpol PP.
Kepala Satpol PP Kabupaten Batanghari, Achmad Haryono mengatakan, pihaknya melakukan razia terhadap pelajar tersebut dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2007 tentang wajib belajar 12 tahun.
“Iya, kita telah melakukan razia rutin terhadap pelajar yang bolos pada saat jem pelajaran berlangsung. Pelajar yang kita amankan berjumlah enam orang dari empat sekolah SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Batanghari,” katanya, Kamis (8/11/2018).
Dikatakannya, keenam pelajar tersebut terjaring razia oleh petugas saat di kawasan Kota Muarabulian, seperti di kawasan MTS Negri Hutan Lindung dan Pal 3 Muarabulian.
“Pada saat ditangkap para pelajar tersebut sedang asik nongkrong bersama teman-temannya di kawasan tersebut,” jelasnya.
“Keenam pelajar berinisial EM, RR, RH, I dan MA merupakan pelajar SMK di Batanghari. Sementara itu, EC merupakan siswa SMA yang ada di Kabupaten Batanghari,” tambahnya.
Dikatakannya pula, pada saat melakukan razia tersebut, petugas menemukan sejumlah puntung rokok dan sisa bungkusan minuman alkohol jenis tuak.
“Saat ditanya oleh petugas, mereka tidak ada yang mau mengakui itu punya siapa, padahal puntung rokok dan bungkusan tuak tersebut ada di lokasi tempat anak-anak tersebut nongkrong,” ujarnya.
“Yang lebih parahnya lagi, dari keenam pelajar ini ada yang kakak beradik,” cetusnya.
Dilanjutkannya, setelah itu anak-anak tersebut langsung digiring oleh petugas menuju Kantor Satpol PP Batanghari untuk dilakukan pembinaan dan diberi hukuman.
“Iya, kita beri hukuman membaca butir-butir teks pancasila, namun ironisnya ada beberapa dari anak-anak tersebut tidak begitu hapal dengan teks pancasila yang merupakan ideologi dasar Negara Indonesia,” kasalnya.
Setelah dilakukan pembinaan oleh petugas, para pelajar tersebut haru menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulani perbuatannya lagi.
“Kita juga meminta kepada pihak sekolah untuk dapat memperketat pengawasannya terhadap siswanya,” harapnya.
Setelah melakukan pembinaan dan surat perjanjian, sambung Kasat Satpol PP, pihaknya langsung menghubungi pihak sekolah dan orang tua dari masing-masing murid tersebut.
Namun, sayangnya ada salah satu pihak sekolah yang tidak merespon positif giat yang yang dilakukan oleh Satpol PP.

BACA JUGA : Sumardi: Tak Terhitung Lagi Kami Melakukan Hubungan Layaknya Suami Istri

“Iya, berdasarkan laporan anggota saya tadi, salah satu sekolah (Sma Negeri 10 Batanghari) yang menyatakan bahwa ini bukan tanggung jawab dari Satpol PP Batanghari,” kesalnya.
Tentunya hal tersebut sangat disayangkan oleh pihak Satpol PP Batanghari. Haryono mengatakan, seharusnya giat yang sudah dilakukan oleh pihaknya tersebut mendapatkan dukungan dari pihak sekolah, bukan justru berbanding terbalik dengan alasan kewenangan tersebut berada pada pihak Pemerintah Provinsi Jambi.
“Iya, tentunya kita sangat menyayangkan sikap tersebut. Karena apa yang kami lakukan ini berdasarkan Perda dan bukan dalam kontek soal kewenangan maupun kebijakan, seperti yang tertuang dalam PP Nomor 18 tahun 2016 tentang kewenangan. Akan tetapi, yang seharusnya kita lakukan, bagaimana kita bersama-sama untuk mendidik dan menjaga maupun mengawasi anak-anak kita agar bisa melaksanakan kewajiban belajar,” pungkasnya.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: