Kasus IUP Batubara, Sekretaris PT Antam: Saya Kurang Tahu

0
Gedung Kejaksaan Agung RI
Gedung Kejaksaan Agung RI
SERUJAMBI.COM, Jambi – Kasus IUP Batubara dan jual beli saham di Kabupaten Sarolangun seluas 400 hektar, yang merugikan negara lewat PT Indonesia Coal Resources (ICR, anak perusahaan BUMN PT Aneka Tambang Tbk), hingga kini masih disidik Kejaksaan Agung RI. Kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp 92,5 miliar.
BACA JUGA: Kasus IUP Sarolangun, PT TMI Diduga Terima Rp 35 M dan M Toba Rp 56,5 M
Malah, petinggi-petinggi PT Antam Tbk, telah diperiksa pada awal November 2018 lalu untuk tindaklanjut kasus yang melibatkan 3 perusahaan lokal di Provinsi Jambi ini.
Para petinggi PT Antam Tbk yang telah diperiksa itu, dikutip dari laman kabar24.bisnis.com antara lain, Komisaris Utama PT Antam tahun 2010 Wisnu Askari, Komisaris Independen PT Antam tahun 2010 Hikmahanto Juwana dan VP Geomin PT Antam tahun 2010 Made Surata.
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung Warih Sadono menjelaskan, ketiganya sampai saat ini masih berstatus sebagai saksi terkait perkara tindak pidana korupsi pengalihan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batubara seluas 400 Ha di Kecamatan Mandiangin, Sarolangun, Provinsi Jambi. IUP tersebut dialihkan dari PT Citra Tobindo Sukses Prakasa ke PT Indonesia Coal Resources.
BACA JUGA: Kasus IUP Batubara, Ini Daftar 20 Nama yang Diperiksa Kejagung
Terpisah, Corporate Secretary atau Sekretaris Perusahaan PT Antam Tbk, Aprilandi, mengaku tidak tahu banyak soal kasus yang melibatkan anak perusahaan PT Antam tersebut.
Dihubungi ke nomor ponselnya 0811-96**-***, Rabu (12/12/2018), Aprilandi menjelaskan bahwa ada banyak pergantian di struktur PT Antam Tbk. Sehingga, masalah ini belum diketahui karena ranahnya pejabat lama.

BACA JUGA: Kasus IUP Sarolangun: 20 Saksi Sudah Diperiksa, Kerugian Negara Rp 91 M

“Tapi nanti kita pelajari dulu, setelah jelas saya infokan lagi,” tutur Aprilandi, singkat.
Sementara, Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung RI (Kapuspen Kejagung), Mukri, dihubungi Serujambi dan dikirimi pesan singkat ke nomor ponselnya, hingga kini belum menanggapi.(nas)
BACA JUGA: Kasus IUP Batubara, Mantan Komisaris PT ICR: Ya, Kami Rugi
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: