Kasus IUP Sarolangun: 20 Saksi Sudah Diperiksa, Kerugian Negara Rp 91 M

0
Ilustrasi produksi batubara. (ist)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Simpang siur kasus izin usaha pertambangan perlahan-lahan mulai terkuak. Data yang diterima Serujambi.com, diketahui bahwa kerugian negara lewat anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, yakni PT Indonesia Coal Resources (PT ICS), nilainya mencapai Rp 91,5 miliar.

BACA JUGA: Diperiksa Tim Kejagung, Begini Penjelasan Cek Endra

Kasus ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pengusaha hingga pejabat tinggi di Kabupaten Sarolangun. Inti dari kasus yang sedang disidik Kejaksaan Agung (Kejagung RI) ini adalah, dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam proses pengalihan izin usaha pertambangan (IUP) batubara seluas 400 hektar di Kabupaten Sarolangun, dari PT Citra Tobindo Sukses Perkasa (PT CTSP) kepada PT Indonesia Coal Resources (anak perusahaan PT Antam TBK).
Masih dari data, diketahui bahwa jaksa telah memeriksa sebanyak 20 saksi. Di antaranya, Muhammad Toba (mantan Komisaris PT CTSP), Tato Miraza (mantan Direktur Pengembangan PT Antam TBK tahun 2008-2013) dan Dendang Sudaryanto (Kasi Pengawasan Dinas ESDM Kabupaten Sarolangun tahun 2015/2016).
Dikonfirmasi, ketiganya membenarkan bahwa mereka sudah diperiksa pada kasus IUP Batubara Sarolangun.

BACA JUGA: Kasus IUP Sarolangun, PT TMI Diduga Terima Rp 35 M dan M Toba Rp 56,5 M

Dendang Sudaryanto (Kasi ESDM Sarolangun tahun 2015/2016), dihubungi ke nomor ponsel yang ada di data -berupa berita acara pendapat (BAP) Jaksa-, nomor tersebut langsung terhubung. Ditanya apakah pemilik nomor adalah Dendang Sudaryanto, ia membenarkan.
“Maaf, Bang, Saya lagi rapat, nanti saja hubungi,” ujar Dendang, dikonfirmasi terkait kasus itu kepada Serujambi.com, Selasa (4/12/2018) sekira pukul 10.26 WIB.
Lalu, Tato Miraza (mantan Direktur Pengembangan PT Antam TBK tahun 2008-2013), dihubungi ke nomor ponsel di data, juga menyahut. Ia mengakui bahwa dirinya pernah diperiksa pada kasus IUP Batubara Sarolangun.
“Tanya jaksa aja, ya,” singkat Tato Miraza, memutus sambungan telepon.
Terpisah, Muhammad Toba (mantan Komisaris PT CTSP), juga membenarkan bahwa dirinya baru-baru ini sudah diperiksa jaksa terkait kasus IUP Batubara di Sarolangun.
“Susah menjelaskan, tak bisa via telepon, saya di Batam,” ujar M Toba, singkat.
Dikonfirmasi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Imran Yusuf, jaksa Kejati mengaku tidak tahu soal kasus IUP Batubara di Sarolangun.
“Kasus ini sepenuhnya dipegang oleh kejaksaan agung,” papar Imran, beralasan.(nas)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: