Kasus IUP Sarolangun, PT TMI Diduga Terima Rp 35 M dan M Toba Rp 56,5 M

0
Berkas pemeriksaan kasus IUP Batubara Sarolangun.
Berkas pemeriksaan kasus IUP Batubara Sarolangun.
SERUJAMBI.COM, Jambi – Kasus izin usaha pertambangan (IUP) Batubara seluas 400 hektar di Kabupaten Sarolangun, dari PT Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) kepada PT Indonesia Coal Resources (ICR-anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk), menguak data-data yang mengejutkan. Kasus dengan kerugian negara sebesar Rp  91,5 miliar ini seperti benang kusut.
BACA JUGA: Kasus IUP Sarolangun: 20 Saksi Sudah Diperiksa, Kerugian Negara Rp 91 M
Data berupa berita acara pendapat (BAP) dari jaksa penyidik Satgasus P3TPK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI ini, mencantumkan daftar 20 nama yang telah diperiksa.
Selain itu, kasus ini dilengkapi 97 bukti berupa surat/dokumen terkait jual beli saham atau akuisi perusahaan oleh PT ICR dari PT CTSP dan PT Tamarona Mas International (PT TMI) pada 12 Januari 2012.
Transaksi pembayaran atas jual beli saham antara PT ICR, PT TMI dan Muhammad Toba itu, dilakukan di kantor PT ICR disaksikan Direksi PT Antam dan Direksi PT ICR. Pihak penjual (PT TMI dan Muhammad Toba), menerima pembayaran pembelian saham dari pembeli (PT ICR) dengan bentuk cek tunai.
Cek tunai itu ada dua lembar. Satu bernilai Rp 35 miliar diterima oleh PT TMI yang kemudian dicairkan di Bank Mandiri kantor kas Gedung Antam dan selanjutnya dilakukan RTGS ke rekening PT TMI.
Cek kedua senilai Rp 56,5  miliar diterima oleh Muhammad Toba.
Terkait kasus ini, belum ada tanggapan dari Kejaksaan baik Kejaksaan Negeri Sarolangun maupun Kejaksaan Tinggi Jambi.
“Kasus ini sepenuhnya dipegang oleh kejaksaan agung,” papar Imran Yusuf, jaksa di Kejati Jambi, Selasa (4/12/2018).(nas)
Berkas pemeriksaan kasus IUP Batubara Sarolangun.
Berkas pemeriksaan kasus IUP Batubara Sarolangun.

 

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: