Kasus Pengeroyokan, Alumni: Ini Tamparan Keras Bagi UIN STS

0
SERUJAMBI.COM, Jambi – Kasus pengeroyokan yang dialami S, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Syaifudin (STS) Jambi, menyulut reaksi keras dari berbagai pihak. Almuttaqin misalnya, jebolan UIN STS tahun 2008 menyebut kalau peristiwa ini merupakan tamparan keras dan sangat memalukan.
BACA JUGA: Soal Pengeroyokan, Rektor UIN Bungkam
“Bagi saya, ini merupakan tamparan keras, sesuatu hal yang sangat serius dan memalukan bagi UIN STS Jambi sebagai Institusi Pendidikan Islam. Oknum pelaku pengeroyokan tersebut harus segera ditindak secara tegas oleh pihak kampus .” katanya, kepada Serujambi.com, Selasa (21/8/2018).
“Jangan terkesan dibiarkan begitu saja, apalagi kasus seperti ini sudah pernah terjadi. Jangan sudah selesai terjadi lagi,” pesannya.
BACA JUGA: Ketua Ospek Sebut Korban Pengeroyokan Sebar Brosur di Masjid
Almuttaqin menambahkan, bahwa selaku alumni, dirinya juga sangat menyayangkan insiden pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Panitia PBAK kepada mahasiswa lain. Apalagi kabarnya masalah hanya soal menyebarkan brosur organisasi ekstra kampus di UIN STS Jambi.
BACA JUGA: Oknum Panitia Ospek Kampus UIN Jambi Keroyok Mahasiswa
“Kita tahu bahwa kebebasan berserikat, berkumpul, mengemukakan pikiran dan pendapat dijamin oleh UUD 1945 Pasal 28 E ayat 3. Dan dalam Undang-undang No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di muka umum Pasal 1 ayat (1).” tegasnya.
“Kalau pun ada aturan atau status kampus yang melarang hal tersebut tentu sangat bertentangan dengan UUD 1945. Dalam istilah hukum Lex Superiror Derogat Legi Inferior (hukum yang lebih tinggi mengesampingkan hukum yang lebih rendah). Di Indonesia mengenal hirarki perundang-undangan yang paling tinggi adalah UUD 1945,” tegasnya lagi.
Lebih jauh dikatakan, ia menyarankan kepada korban pemukulan agar secepat mungkin melaporkan kejadian yang dialami kepihak berwajib.
“Biar pelaku cepat diproses secara hukum dan bisa memberikan efek jera. Kita berharap dengan hukum yg berjalan, kejadian seperti ini tidak perlu terulang kembali,” tutupnya. (why)
Loading Facebook Comments ...
loading...