Kawasan Lokalisasi Tenda Biru Bakal Dibuat Jadi ini 

0
SERUJAMBI.COM, Kualatungkal – Penutupan lokalisasi Tenda Biru yang terletak di  RT 15, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat telah resmi dilakukan. Para pengusaha di kawasan tersebut, juga telah sepakat untuk menutup usaha ilegal di kawasan tersebut.
Penutupan lokalisasi ini, dilakukan  tanpa kekerasan sama sekali. Hal ini terjadi, karena pemerintah Kabupaten telah mengambil langkah strategis dan juga memberikan solusi pengganti pada para pedagang disana.
Rencananya, kawasan lokalisasi Tenda Biru, akan diubah menjadi pasar modern. Lalu para pedagang di kawasan tersebut, akan diminta untuk berdagang disana jika mau.
“Kita telah carikan langkah strategis dengan membangun Pasar Modren di tanah TKD yang lokasinya dekat dengan lokalisasi itu,” ungkap Muhammad Ardiansyah, Camat Tebing Tinggi.
Menurut Camat Tebing Tinggi, rencananya pasar modern akan dibangun sebanyak 200 kios atau lapak. Dengan adanya Pasar Modern, nantinya diharapkan para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari lokalisasi, bisa berubah lebih baik dengan usaha yang halal.
“Pasar Moderen nanti menjadi lapangan pekerjaan yang bisa menggantikan pekerjaan para pekerja seks komersial (PSK). Sehingga, pasca lokalisasi tersebut ditutup, mereka tidak pindah ke tempat lain,” katanya.
Camat mengakui, jika pemkab dari dulu berkeinginan menutup lokalisasi tersebut. Namun solusi penganti usaha warga di lokalisasi tersebut yang belum ketemu. Karenanya, dikhawatirkan setelah satu lokalisasi ditutup, akan muncul lokalisasi di tempat lain.
Pihak kecamatan juga memastikan, 20 orang pedagang yang ada di lokalisasi, akan diprioritaskan untuk membuka usaha di pasar modern itu nanti. Mengenai usaha apa, itu tergantung dari keinginan masing-masing pedagang.
Camat juga menegaskan, kalau  dirinya tidak pernah mendukung praktek prostitusi, menyetujui dan melegalkannya. Menurutnya semua agama juga senada, jika praktek prostitusi hukumnya haram.
Belajar dari pengalaman, kata dia, kebijakan penutupan lokalisasi justru para pekerja seks komersial berpindah tempat liar, karena tidak dilakukan langkah-langkah konkrit yang bisa membuat lapangan pekerjaan pengganti.
“Mereka para pekerja seks yang ingin menetap silahkan. Demikian pula yang ingin kembali ke daerahnya. Bila disediakan pekerjaan mereka pasti berhenti menjadi PSK dan tentu akan menjauhkan mereka dari stereotip diskriminatif dan kekerasan di dunia prostitusi yang selama ini mereka alami,” tegas Dian. (Iis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: