Keji! Gadis Buluran Digilir Lima Pemuda di Komplek Perkantoran Muarojambi

0
Ilustrasi: pencabulan
Ilustrasi
SERUJAMBI.COM, Jambi – Bunga (nama samaran), warga Buluran, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi tak menyangka kalau kepergiannya ke komplek perkantoran Bukit Cinto Kenang bakal merenggut kesuciannya. Gadis berusia 16 tahun menjadi korban “piala” bergilir enam pemuda yang awalnya berniat menolongnya.
BACA JUGA: Nekat Merampok, Oknum PNS PUPR Sebut Gaji PNS Tak Cukup
Dari data yang dihimpun Serujambi.com, kejadian ini berawal dari korban beserta temannya pergi ke Komplek Perkantoran Bupati Muarojambi, pada Sabtu 27 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 18.30 WIB.
Kemudian, entah kenapa saat di perjalanan korban terjatuh dari motor yang dikendarainya. Lalu, korban dibantu oleh pelaku dan dibawa ke salah satu kantin yang ada di Komplek Perkantoran Bupati Muarojambi untuk diobati.
Selanjutnya, usai diobati oleh pelaku, korban tiba-tiba merasa pusing hingga akhirnya korban diajak pelaku berkeliling bersama dengan teman-teman pelaku di komplek perkantoran dengan menggunakan sepeda motor.
Tanpa disadari, pelaku rupanya kesengsem dengan keindahan tubuh Bunga. Sembari berkeliling, pelaku lantas melihat ada rumah kosong.
Tanpa pikir panjang, langsung berhenti dan mematikan kendaraannya serta masuk ke dalam rumah tersebut. Setibanya di dalam rumah pada Sabtu 27 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 20.00 WIB itu korban langsung di setubuhi oleh pelaku dan rekannya secara bergiliran.
Wakil Direktur Reskrimum Polda Jambi, AKBP Syarif Rahman mengatakan, bahwa korban melaporkan kepada pihak kepolisian Polda Jambi pada Selasa 30 Oktober 2018 lalu.
“Pelaku yang kita amankan baru satu yaitu Riki Andika (22) warga Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Muarojambi. Sedangkan empat pria lainnya menjadi daftar pencarian orang (DPO). Empat pria itu adalah YG, HR, SL dan AD,” kata Wadir AKBP, Syarif Rahman.
BACA JUGA: Ternyata Uang TPP Guru dan Dana Bos yang Dibawa Kabur Rampok Pecah Kaca
Sementara, kata Wadir, atas perbuatannya pelaku akan dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.
“Pelaku diancam hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan penjara,” tandasnya.(don)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: