Kepala PDAM Cabang Mersam Ditangkap Polisi

0
Kepala PDAM Cabang Mersam saat diamankan. Foto: Rizki/Serujambi.com
Kepala PDAM Cabang Mersam saat diamankan. Foto: Rizki/Serujambi.com
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Musdar alias Wak Boy (55) kepala PDAM cabang Mersam harus berurusan dengan pihak Kepolisian Batanghari. Ia ditangkap karena, nekat melakukan penggelapan uang setoran tagihan rekening air.

BACA JUGA : Satpam RH Sudah Lama Incar Wanita Jepang untuk Diperkosa

Akibat dari perbuatan yang dilakukan oleh Musdar tersebut, PDAM mengalami kerugian sebesar Rp. 243.272.800 Juta.
Kapolres Batanghari, AKBP Mohammad Santoso saat diwawancarai oleh awak media Jumat (29/11/2018) mengatakan, tindakan penggelapan tersebut dilakukan oleh tersangka sudah hampir dua tahun.
“Alhamdulillah tersangka penggelapan uang setoran tagihan rekening air PDAM sudah berhasil kita amankan,” katanya.
Dikatakannya pula, tersangka penggelapan uang setoran rekening tagihan air PDAM tersebut diamankan pihak Kepolisian saat berada di wilayah Sumatra Barat.
“Tersangka sempat melarikan diri ke Sumatera Barat. Setelah diketahui keberadaanya oleh anggota kita, pada hari Rabu tanggal 20 November 2018 tersangka berhasil kita amankan dan di bawa ke Mapolres Batanghari,” ujarnya.
Saat ditanyai apakah mungkin ada tersangka lain dalam kasus tersebut? Kapolres mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman.
“Kita masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan yang lain. Apabila dari alat bukti lain yang kita temukan bisa saja ada tersangka yang lain,” jelasnya.
Disampaikannya, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan hampir 130 orang saksi yang sudah dimintai keterangan.
“Saksi ini cukup banyak. Karna kita ingin memastikan dari penyetor atau pelanggan, ternyata mereka sudah menyetor. Namun, uangnya tidak disetorkan ke kas PDAM oleh tersangka,” terangnya.

BACA JUGA : Akibat Cekcok Video Artis, Warga Danau Sipin Tewas Bersimbah Darah

Sementara itu, untuk alat bukti, dikatakan oleh Kapolres berupa dokumen-dokumen, diantaranya dokumen rekening koran, rekening tagihan dan alat bukti lainnya.
“Tersangka sendiri kita kenakan Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 Subsidair Pasal 8 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang tindakan pidana korupsi,” pungkasnya.(riz/den)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: