Kepsek SDN 66 Sengeti Dilaporkan Dugaan Pungli

0
SDN 66 Sengeti . Foto: Doni/Serujambi.com
SDN 66 Sengeti . Foto: Doni/Serujambi.com
SERUJAMBI.COM, Sengeti – Sejumlah wali murid SDN 66, Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muarojambi akan melaporkan Kepala Sekolah SDN 66 kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi. Laporan tersebut berkaitan dengan adanya dugaan pungutan liar terhadap siswa baru.

BACA JUGACegah Narkoba, BNNK Batanghari Tes Urine Pegawai dan Wartawan

Menurut salah seorang wali murid, berinisial BI, salah seorang wali murid. Ia mengatakan, bahwa Kepsek SDN 66 ini meminta uang sebesar Rp 500 ribu kepada setiap orang tua yang ingin memasukan anaknya kesekolah tersebut. Dengan alasan sebagai uang bangku.
“Alasan Kepsek, karena di SD itu sudah penuh siswanya. Jadi, untuk waloi murid yang ingin anaknya bisa masuk di sekolah itu harus membayar uang untuk membeli kursi dan meja. Selebihnya Rp 50 ribu akan diberikan kepada wali kelas,” kata wali murid saat menerangkan kepada Serujambi.com
Dijelaskan, meski ia tidak melakukan pembayaran sebesar yang dipinta oleh pihak sekolah. Namun, Kepsek tersebut tetap mengambilnya.
“Saya bilang kalau Rp 500 ribu saya tidak ada pak. Tapi, kalau Rp 300 ribu ada. Bahkan, uang itu diterima oleh Kepsek,” jelasnya.
Lebih lanjut, hingga saat ini sudah ada tujuh wali murid yang telah melakukan pembayaran uang bangku tersebut. Mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. “Saya Rp 300 ribu, adik dan keponakan saya Rp 400 ribu. Wali murid lainnya juga seperti itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Muarojambi, Ahmad Sanusi saat di konfirmasi mengatakan bahwa bila hal itu dilakukan oleh Kepsek SDN 66 itu benar, tentu tidak boleh. Sebab, sekolahan saat ini sudah ditanggung oleh Dana BOS.
“Apa dasar Kepsek itu sampai berani melakukan pungutan, dan bila itu benar terjadi maka akan kita lakukan pemanggilan terhadap Kepsek yang bersangkutan,” sampainya.
Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sengeti, Novan menanggapi bahwa bila tindakan yang dilakukan oleh Kepsek tersebut tidak ada aturan dari sekolahan. Maka, itu dikatakan sebagai pungli.
“Bukan aturan di satu sekolah itu saja, tetapi semua sekolah memberlakukan aturan itu. Bila hanya ada di satu sekolahan saja, berarti memungut uang kepada siswanya ini bisa dikatakan pungli,” ungkap Novan.

BACA JUGA : Terjebak Macet, Sony Setiawan Selamat dari Lion Air JT 610

Sementara, hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SDN 66 Sengeti, Johan belum bisa ditemui dan tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan, terkait dugaan pungli yang dilakukannya.(don/den)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: