Kesadaran Peserta Didik Akan Wajib Belajar Masih Rendah

0
Ilustrasi siswa yang tengah belajar. (ist)
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Program pemerintah tentang wajib belajar 9 tahun dan 12 tahun, tak berjalan maksimal di Kabupaten Batanghari. Sebab, tingkat kesadaran anak peserta didiknya masih rendah. Sehingga tak banyak yang mau menyelesaikan pendidikan mereka.
Berdasarkan data pada tahun 2017 yang lalu, angka rata-rata lama sekolah peserta didik di Kabupaten Batanghari mencapai 7,89 tahun. Itu artinya, penduduk di Kabupaten Batanghari yang berusia rata-rata 15 tahun, hanya menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, sampai kelas 2 SMP saja.
Bupati Batanghari, Syahirsah Sy, kepada awak media Selasa (17/4/2018), mengaku sangat menyayangkan  keadaan itu. Dikatakannya, untuk mewujudkan hal tersebut, masih membutuhkan upaya ekstra.
“Untuk mencapai target rata-rata lamanya bersekolah Sembilan tahun, masih membutuhkan upaya lebih dan kerja keras lagi dari pemerintah daerah kita,” ujar Bupati Batanghari Syahirsah
Dikatannya pula, masih rendahnya jumlah peserta didik yang menyelsaikan wajib belajar 9 tahun dan 12 tahun, di sebabkan oleh letak sekolah yang jauh dari pemukiman warga.
“Tidak semua sekolah di batanghari ini berada di tengah-tengah pemukiman warga, sehingga jarak tempuh yang cukup jauh menjadi salah satu kendala peserta didik menyelsaikan pendidikannya,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Batanghari telah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang wajib belajar 12 tahun. Dengan adanya Perda tersebut di harapankan peserta didik di daerah itu dapat menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun dan 12 tahun.
“Kita berupaya terus untuk meningkatkan jumlah peserta didik di batanghari dapat menyelesaikan pendidikan di atas sembilan tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batanghari Jamilah mengatakan, masih rendahnya peserta didik yang menyelsaikan wajib belajar sembilan tahun tersebut di sebebakan oleh usia peserta didik yang masuk sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD)  masih berada di bawah batas usia.
“Setelah berusia tujuh tahun, peserta didik baru dapat masuk SD. Sementara saat ini banyak anak yang belum berusia tujuh tahun sudah masuk SD, sehingga secara usia tidak sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan,” kata Kepala Dinas PDK Batanghari Jamilah.
Menanggapi Hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Batanghari, Alpandi, mengatakan, hal itu di sebabkan oleh faktor pendapatan ekonomi masyarakat yang masih berada di bawah rata-rata. Dengan rendahnya pendapatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Batanghari, diharapkan pemerintah daerah dapat memberikan beasiswa bagi masyarakat tak mampu.
“Seharusnya pemerintah daerah dapat menyediakan beasiswa bagi masyarakat yang tidak mampu, sehingga para orang tua merasa lega untuk menyekolahkan anaknya dan tidak lagi memikirkan biaya sekolah,” kata Ketua Komisi I DPRD Batanghari Alpandi.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: