Kesaksian Korban Saat Detik-detik Mencekam Penembakan di Trans Papua

0
Keluarga korban mengikuti proses serah terima jenazah korban penembakan di Trans Papua. (Ist)
Keluarga korban mengikuti proses serah terima jenazah korban penembakan di Trans Papua. (Ist)
SERUJAMBI.COM – Dua orang yang merupakan tenaga tukang pembangunan SMP dan Puskesmas di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga berhasil selamat dalam penyerangan pos TNI di Mbua. Mereka menceritakan bagaimana detik-detik mencekam insiden penembakan di Trans Papua.

BACA JUGA : Daftar Nama Korban Meninggal dan Selamat Insiden Penembakan di Trans Papua

Saleh, seorang pekerja pembangunan Puskesmas di Mbua mengaku, saat terjadi penyerangan pos TNI di Mbua pada 3 Desember 2018 pagi setelah terjadi penembakan sejumlah pekerja di Distrik Yal, ia bersama sejumlah anggota dan pekerja lainya mengosongkan pos sekitar pukul 23.00 waktu Papua.
“Setelah kami kosongkan pos karena diserang itu, kami lari ke hutan sambil membawa jenazah anggota TNI yang tewas tertembak untuk menyembunyikan jenazah.” kata Saleh kepada wartawan di Markas Batalyon 756/WMS, dilansir dari laman Suara.com (media partner Serujambi.com), Rabu (5/12/2018).
Menurut dia, selama menyelamatkan diri itu, ia dan buruh bangunan lainnya yang lari bersama anggota TNI, saling bergantian mengangkat jenazah anggota TNI yang tewas menuju tempat yang dirasa aman ke arah Wamena.
“Kami menyelamatkan diri dari jam lima pagi hingga jam 7 malam sampai bisa ditemui tim aparat gabungan yang sudah tiba di Mbua. Yang menyerang kita ini ada mungkin puluhan orang,” ujar Saleh.
Seorang saksi lainnya, Makbul yang menjadi buruh pembangunan SMP Mbua mengungkapkan, pos TNI Mbua diserang mulai pukul 05.00 waktu Papua dan terjadi kontak senjata hingga malam hari sekitar pukul 19.00 waktu Papua.
“Pada saat penyerangan pos TNI itu, kebetulan ada empat orang yang berhasil lolos saat penembakan di distrik Yall yang kabur ke pos TNI sehingga kami diserang,” kata Makbul.
Saat penyerangan pos, kata dia, ada sejumlah pekerja yang terkena tembakan, lemparan batu dan penganiyaan lainnya, ada pula yang pura-pura meninggal dan semuanya berhasil lolos.
“Kita bergantian pikul jenazah sambil melarikan diri, kalau kita tidak lari semua pasti jadi korban,” ujar Makbul.
Diketahui, satuan TNI terus berupaya menelusuri keberadaan warga sipil pada dua distrik di Kabupaten Nduga, Papua yakni Distrik Yigi dan Mbua untuk memperjelas identitas korban akibat insiden penembakan di Trans Papua oleh kelompok bersenjata.
Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi menyebutkan, hasil penyisiran dan pengejaran aparat gabungan TNI-Polri di Distrik Yigi dan Distrik Mbua hingga Jumat pukul 05.00 WIT, sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia.
Sebanyak sembilan jenazah sudah dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua, pada Kamis (6/12/2018). Sedangkan 20 orang lain ditemukan selamat mereka terdiri dari pekerja bangunan dan karyawan PT Istaka Karya.

BACA JUGA : Tewas Dibunuh OPM, Panglima TNI: Pekerja PT Istaka Pahlawan Pembangunan Papua

Selain 20 pekerja konstruksi (pekerja bangunan) itu, terdapat empat orang warga setempat yang juga ikut dalam rombongan evakuasi sesuai manifest heli dan hercules saat proses evakuasi dari Nduga dan Wamena ke Timika. (fok)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: