Kisruh Tapal Batas Tanjab Barat dan Tanjab Timur Kembali Mencuat

0
Bupati Tanjab Barat, Safrial MS (kiri).
Bupati Tanjab Barat, Safrial MS (kiri).
SERUJAMBI.COM, Kualatungkal – Permasalahan tapal batas antara Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur, tampaknya belum jua usai. Lama tak diperuntukan, kini masalah tapal batas itu kembali mencuat. Kedua daerah saling bersikukuh mempertahankan batas yang diklaim mereka masing-masing. Kabupaten Tanjab Barat sendiri, masih mempertahankan garis batas sebenarnya adalah sungai Alam.
Safrial, Bupati Tanjung Jabung Barat, menegaskan, kalau pihaknya akan tetap mempertahankan garis batas sesuai dengan dasar yang mereka miliki. Dimana batas yang ditentukan oleh pihak Pemkab Tanjab Barat, sudah berdasarkan sejarah awal daerah.
“Kita masih sepakat dengan yang kita pertahankan sekarang ini. Kita tetap berpedoman bahwa itu adalah batas kedua wilayah. Batasnya ya itu sungai,” kata bupati saat di temui usai rapat paripurna, Selasa (20/3/2018).
Namun meskipun telah dimediasi oleh pemerintah Provinsi Jambi, namun penentuan tapal batas tersebut nampaknya belum usai. Bahkan meskipun telah beberapa kali pertemuan.
Lalu apakah ada sesuatu yang diperebutkan di daerah perbatasan tersebut? Bupati Tanjab Barat mengaku, jika tidak ada yang diperebutkan. Baik itu sumur minyak atau apapun. Pihaknya mempertahankan batas, lantaran. Hal itu merupakan batas sebenarnya, jika berdasarkan historinya.
“Ooh tidak. Kalau kita hanya berdasarkan history, kalau yang lain mungkin melihat ada sesuatu di wilayah itu,” tutupnya.
Untuk diketahui, daerah yang batasnya masih di perebutkan adalah batas antara Desa Muntialo, Kabupaten Tanjab Barat dengan Desa Mendahara Ilir, Kabupaten Tanjab Timur. Beberapa waktu lalu, mencuat kabar pihak Kabupaten Tanjab Timur mengklaim sepihak tapal Batas kabupaten dengan Tanjab Barat adalah melewati Sungai alam. Kenyataannya pihak Pemkab sangat gerah dengan klaim tersebut yang disebut tidak memiliki dasar.
“Kita heran kenapa mereka memainkan hal yang sudah ada kesepakatan bersama. Apa maunya mereka. Kita sudah punya kesepakatan tentang tapal batas itu,”ungkap Hidayat, Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Tanjab Barat, beberapa waktu lalu.‎
Diterangkannya bahwa oleh tim sebelumnya sudah ada kesepakatan tapal batas. Bahkan kesepakatan itu pun sudah ada titik koordinatnya. Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat pada tahun 2007 lalu juga sudah menganggarkannya dalam APBD Yang disetujui oleh Gubernur.
“Kita sudah punya kesepakatan yang di tandatangani kedua belah pihak. Bahkan ada titik koordinat dan sudah ada tapal batas yang. Kenapa itu disoalkan kembali,” beber Dayat.
Menurut Hidayat, tidak ada cukup alasan dan bukti kuat klaim pemerintah Tanjab Timur tersebut. Sebab, berdasarkan kesepakatan pada tahun 2007 lalu tapal batas itu pada kanal milik PT WKS.  Menurut Hidayat, bila pihak Pemkab Tanjab Timur ingin meninjau ulang tapal batas, itu hak pemkan Tanjab Timur dan masih diterima. Tetapi kalau diklaim sebagai tapal batas, pihaknya dengan tegas menolak dan membantah klaim itu. Karena tidak ada dasar kesepakatan dan tidak memiliki dasar hukum.
“Kemarin persoalannya di serahkan pemerintah Provinsi. Dan kita minta pemerintah tegas membaca dokumen kita dan berani membuat kesimpulan. Tetapi kenyataannya diserahkan ke Kementrian,” terang Hidayat.
Informasi yang di terima bahwa tapal batas yang berpolemik itu memiliki panjang 53 km. Dan di dalam wilayah yang dipolemikkan Pemkab Tanjab Timur ada potensi sumur minyak yang jumlahnya juga mencapai puluhan titik. Namun, Pemkab Tanjab Barat tidak ingin menyinggung soal itu.
“Kalau soal potensi alam, nanti dulu. Yang jelas tapal batas yang sudah disepakati kedua belah pihak adalah di batas kanal WKS dan sudah punya titik koordinatnya,”terang Hidayat. (Iis)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: