Korban Pengeroyokan Mahasiswa UIN Jambi Bakal Cabut Laporan, Asal Pelaku Disanksi Berat

0
Mediasi antara pelaku dan korban pengeroyokan di UIN STS Jambi. Foto: Wahyu/Seru
Mediasi antara pelaku dan korban pengeroyokan di UIN STS Jambi. Foto: Wahyu/Seru
SERUJAMBI.COM, Jambi – Kasus pengeroyokan di Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi, oleh oknum panitia beberapa pekan lalu, mulai menemui titik terang. Pihak kampus sepakat mempertemukan korban dan pelaku pada Selasa 4 September 2018, di ruangan Rektor lantai 3 pukul 10.00 WIB.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk memediasi perdamaian terhadap korban pemukulan (Sofwan) dan pelaku pemukulan (Vega dkk). Kedua pihak didampingi orangtua mereka dalam pertemuan tersebut.
Dari pihak kampus, hadir Wakil Rektor, Wakil Dekan Tarbiyah, Wakil Dekan Adab Humaniora, Wakil Dekan Syariah, Wakil Dekan Ushuluddin dan Kepala Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dari keterangan korban, hanya Vega sendiri yang datang bersama orang tuanya sedangkan teman lainnya tidak hadir. Untuk itu, pihak kampus berjanji akan mencari siapa saja teman-teman Vega yang terlibat dalam aksi pengeroyokan itu, dan memberikan sanksi berat terhadap semua pelaku.
“Kampus akan memberi sanksi kepada semua pelaku setelah teman-teman Vega yang terlibat sudah lengkap, baru laporan di Polda Jambi kami cabut,” Imbuh Sofwan.
Namun saat ditanyakan Serujambi.com kepada Sofwan, sanksi apakan yang akan diberikan oleh pihak kampus terhadap Vega dan kawan-kawan dalam pertemuan tersebut? Sofwan mengaku belum ada keterangan dari pihak kampus perihal hukuman apa yang akan diberikan nantinya.
“Belum ada, soalnya masih menunggu kawan-kawan Vega yang tidak bisa hadir pada saat pertemuan,” jelasnya.
Ia menegaskan akan mencabut tuntutan setelah semua pelaku pengeroyokan diberi sanksi oleh pihak kampus.
Untuk diketahui, pertemuan mediasi berjalan lancar. Kedua pihak sepakat untuk berdamai.(why)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: