Mustafa: Jadikan Balai Adat Laboratorium Pengembangan Budaya

0
Bupati Lampung Tengah, Mustafa. (ist)
SERULAMPUNG.COM, Bandarlampung – Bupati Lampung Tengah Mustafa meminta warganya untuk memanfaatkan Balai Adat sebagai wadah atau laboratorium pelestarian seni dan budaya khususnya adat Lampung.

“Pelestarian budaya harus kita lakukan, dan Pemkab telah menyiapkan fasilitasnya. Tinggal masyarakat memanfaatkannya sebaik mungkin. Saya harap balai adat bisa menjadi laboratorium kreativitas budaya dan adat istiadat Lampung,” kata Bupati dalam keterangannya yang diterima di Bandarlampung, Kamis (4/1).

Sebelumnya pada Selasa (2/1), Bupati Lampung Tengah meresmikan dua balai adat di Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya.

Sebanyak 34 balai adat di Kabupaten Lampung Tengah telah selesai diperbaiki, Mustafa berharap dengan semakin terkikisnya adat istiadat Lampung di kalangan pemuda, ruh kebudayaan Lampung dapat kembali menyentuh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.

Dengan menggelontorkan anggaran Rp11,5 miliar, Bupati merehabilitasi rumah adat dari sembilan kebuayan di 13 kecamatan di Lampung Tengah, langkah ini sebagai salah satu upaya menjaga eksistensi kebudayaan Lampung.

Dia berharap keberadaan balai adat tidak hanya digunakan untuk pengembangan kesenian, namun juga pelaksanaan kegiatan lainnya yang menunjang pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat.

“Saya percaya, lewat kebudayaan bisa membangun karakter manusia yang lebih beradab. Karenanya upaya pelestarian terus saya lakukan. Saya memberikan ruang dan tempat untuk suku apapun yang ingin melestarikan kebudayaannya di sini,” katanya.

Dengan anggaran Rp11,5 miliar, masing-masing balai adat menerima kucuran dana Rp150 juta hingga Rp1 miliar untuk rehabilitasi.

Bantuan tersebut disalurkan untuk 13 kecamatan, yakni Padangratu, Gunungsugih, Terbanggibesar, Rumbia, Seputih Banyak, Seputih Surabaya, Way Pengubuan, Bandar Mataram, Pubian, Anak Tuha, Bumi Nabung, Bandar Surabaya dan Selagai Lingga.

“Ada sembilan kebuayan atau kerajaan di Lampung Tengah yang masing-masing mempunyai balai adat untuk pengembangan kesenian. Saya minta anggaran ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita percantik balai adat kita, sehingga pelestarian budaya berjalan maksimal,” ujarnya.

Pelestarian budaya tidak hanya berbicara kegiatan, tapi juga pengembangan sarana dan prasarana. Balai-balai adat terus diperbaiki, selain itu juga disalurkan bantuan alat musik tradisional untuk sanggar-sanggar kesenian.

“Tahun ini Pemkab juga membangun simbol-simbol kebudayaan yang ada di Lampung Tengah, mulai dari Tugu 9 Gajah, Tugu Canang, Pepadun, Gajah Berantai dan lainnya,” kata Mustafa.

Sementara itu, Camat Seputih Surabaya Dedi Fadilah berharap pembangunan balai adat dapat mendorong warga agar lebih mencintai kesenian dan kebudayaan yang ada di Lampung Tengah.

“Keberadaan balai adat yang lebih diperncantik, mudah-mudahan semakin menunjang pelestarian adat istiadat di Lampung Tengah khususnya di Kecamatan Seputih Surabaya. Kami berharap warga khususnya para pemuda semakin tergerak untuk melestarikan budaya yang kita miliki,” tambahnya. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...