Nah… Bangunan Baru Pasar Keramat Tinggi Belum Memiliki IMB

0
SERUJAMBI.COM, Muarabulian РPembangunan Pasar Kramat Tinggi di kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian tersebut, yang telah rampung pada akhir tahun 2017 lalu ternyata tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).
Pantauan Seru Jambi, tepat di pembangunan pasar tradisional kramat tinggi di kelurahan pasar baru tersebut. Telah berdiri megah sebuah bangunan kios yang nantinya akan digunakan bagi para pedagang. Kondisi gedung berwana kuning tersebut terlihat megah dan mewah ditambah pada bagian dalam bangunan untuk kios full kramik.
Namun tidak banyak yang mengetahui, jika pembangunan pasar tersebut tidak memiliki Surat izin mendirikan bangunan (IMB). Yang seharusnya IMB tersebut harus sudah ada dan dilengkapi sebelum pembangunan dilaksanakan sesuai perda No 2 tahun 2015 tentang penyelenggaraan perizinan bangunan.
Selain itu pembangunan pasar tradisional tersebut merupakan, merupakan pembangunan pasar rakyat atau Carry Over tahun 2016 ke tahun 2017 melalui dana tugas pembantuan lebih kurang sebesar Rp 6 milyar tersebut, berdasarkan surat Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negri Nomor: 548/PDN/SD/11/2016 tanggal 9 November 2016, perihal rencana Carry Over tahun 2017 dan hasil pertemuan para Bupati/Walikota pada tanggal 29 November 2016 di Jakarta.
Kepala Dinas Perindagkop Batanghari Safii, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, terkait pembangunan Pasar Keramat tinggi belum memiliki IMB.
“Iya seharusnya seperti itu, IMB dulu baru bangunan. Terkait aturan seharusnya sesuai Perda yang harus memiliki IMB sebelum pembangunan, inilah kelengahan kita kemarin saat pusat mengajukan pembangunan apakah sudah diajukan atau belum IMBnya. Namun akan segera kita usulkan,” ujarnya
Lebih lanjut dikatakannya, untuk perkembangan terbaru dirinya mengaku belum mengetahui apakah IMB tersebut sudah diusulkan kembali atau belum. Soalnya kemarin sempat ada rencana untuk mengajukan IMB pasar tersebut.
“Terkait IMB ini bukan pemerintah mau istimewa dari masyarakat, soalnya saya tidak mengetahui persis awal pembangunan pasar ini. Setahu saya awalnya akan dibangun di pal V muara tembesi namun tidak jadi,” tambahnya.
Sementara itu Kepala badan penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu (BPMPTSP) Kabupaten batanghari Rijaluddin saat dikonfirmasi mengatakan, terkait izin IMB pasar keramat tinggi tersebut dirinya tidak mengetahui pasti. Pasalnya saat dirinya menjabat kepala badan di BPMPTSP sendiri pasar tersebut sudah berdiri.
“Seharusnya izinnya sudah melihat pasar tersebut sudah dibangun, tapi kalo mau jelas bisa ditanyakan langsung kepada staf saya yang memegang data soalnya saya baru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, berdasarkan data dari bagian perizinan mendirikan bangunan. Menurut Rijaluddin yang disampaikan oleh stafnya dibidang perizinan batanghari menyebutkan sejauh ini memang belum ada izin IMB untuk pemabngunan pasar tersebut.
“Ya sejauh ini memang belum ada masuk dikita ataupun yang sedang doproses, sesuai aturan Perda Batanghari IMB tersebut harus di buat sebelum pekerjaan dimulai,” sebutnya
Saat dilokasi, juga terdapat beberapa keluhan dari warga yang juga merupakan pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan tersebut mengatakan, gedung pasar yang baru tersebut dinilai kurang nyaman pasalnya saat berada didalam gedung sangat terasa pengap karena kurangnya celah udara.
“Kalo kemaren kito nengok kedalam memang bagus, tapi baru masuk nian lah teraso pengap belum laginkagi kalo udah beroperasi,” ujar pedagang tersebut.
Saat dicoba memasuki gedung dan menanyakan kepada para pekerja yang berada didalam gedung mengatakan hal senada dengan apa yang dirasakan oleh pedagang tersebut.
“Memang sedikit pengap tapi dag taulah kalo nanti mau dipasang kipas, inikan jugo masih tahap penyempurnaan,” pungkasnya.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...