Nah… Warga di Merangin Mengaku Diancam Timses Hamas

0
SERUJAMBI.COM, Merangin – Pilkada Merangin mulai tercoreng dengan ulah tim sukses, yang melakukan intervensi bahkan pengancaman terhadap warga agar memilih salah satu kandidat.
Hal ini diungkapkan oleh Sutarno Warga Desa Mampun, Pamenang, yang disebut sebagai anggota tim pemenangan Al Haris-Mashuri (Hamas) yang melakukan pengancaman terhadap Yati, seorang guru honorer.
Pengacaman ini juga di-posting di jejaring sosial Facebook oleh akun Andika Pratama. Dalam postingannya Andika menuliskan ‘Mantan Kades Desa Mampun Baru Sutarno ini mengintervesi warga untuk memilih paslon no urut 2 seandainya tidak memilih paslon nomor urut 2 akan pecat guru honor tersebut,’ tulisnya.
Tidak hanya postingan, Andika juga menyertakan video. Sontak video ini membuat heboh masyarakat Merangin. Banyak komentar miring yang dihujamkan kepada Hamas.
Sementara itu, Yati mengakui kalau memang benar dirinya diancam oleh Sutarno. Kata Yati, pemecatan akan dilakukan usai masa jabatan Pj Bupati habis.
“Iya saya diancam Pak Sutarno salah satu timses pemenangan Hamas kalau saya tidak memilih nomor urut 2 saya akan dipecat dari guru kontrak,” ujar Yati.
Tidak sampai disitu, Yati juga diminta untuk berjanji kepada Al Haris akan memilih nomor urut 2, kalau tidak ingin dipecat sebagai guru honorer.
“Selain diancam dipecat saya disuruh minta maaf kepada Pak Al Haris dan berjanji akan memilih paslon nomor urut 2 supaya posisi aebagai Guru Kontrak tidak dipecat,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait adanya pengancaman ini, Sutarno tidak dapat dikonfirmasi. Nomor ponsel pribadinya bernada tidak aktif.(fji)
Loading Facebook Comments ...
loading...