Novita Hotel, dari Time Zone Hingga Insiden Ornamen Natal

0
Seluruh Bangunan Novita Hotel Dikepung Asap
Seluruh Bangunan Novita Hotel Dikepung Asap. (Doni/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Sejak Senin 9 April 2018 pagi, Novita Hotel di Pasar Jambi terbakar. Api merambat cepat hingga ke lantai teratas hotel megah itu. Baru pagi ini, Selasa 10 April 2018, api bisa dijinakkan tim pemadam kebakaran (Damkar). Hampir sebagian besar bangunan hotel itu habis dilalap Si Jago Merah.
Melihat kondisi di lapangan, diketahui bahwa hotel ini tidak mungkin lagi beroperasi hingga beberapa waktu ke depan. Kalaupun harus direnovasi, biaya yang dibutuhkan sangat besar. Kini, Novita Hotel tinggal kenangan.

BACA JUGA: Mencekam, Api di Novita Hotel Semakin Membesar

Informasi didapat, hotel ini berdiri pada 29 September 1996. Pendirinya PT Tirta Mas Jaya. Dari situs resmi Novita Hotel, novitahotel.com, diketahui bahwa hotel ini berdiri di atas tanah seluas 70 x 100 meter persegi.
Saat berdiri, hotel bintang 4 ini bernama Novotel Jambi. Manajemennya di bawah kelolaan Hotel Accor International.
Sejak awal berdiri, Novotel Jambi sangat terkenal karena merupakan satu-satunya hotel berbintang dengan gedung tertinggi di Kota Jambi kala itu. Selain menyediakan kamar, Novotel juga menyediakan fasilitas hiburan karaoke VVIP, Matahari Dept Store dan arena permainan anak Time Zone.

BACA JUGA: Sore ini, Seluruh Bangunan Novita Hotel Dikepung Asap

“Dulu kalau dak ke Matahari, dak ke Jambi,” kenang Lis, seorang warga asal Sarolangun yang ditemui di depan Novita Hotel, pagi ini.
Time Zone juga terkenal kala itu. Anak-anak di era 90-an, mengenal arena permainan di Kota Jambi hanya dua tempat. Yakni di Istana Anak-anak dan di Time Zone lantai atas Matahari Dept Store Novotel Jambi.
“Pokoknyo kalau ke Matahari harus ke Time Zone,” tutur seorang warga lain.
novita hotel jambi
Hotel Novita Jambi sebelum kebakaran.
Di tahun 2000-an, Time Zone tutup. Matahari Dept Store dan Karaoke VVIP masih beroperasi. Lalu, di tahun 2010, tepatnya tanggal 30 Mei, Novotel berganti nama menjadi Novita Hotel. Manajemen hotel ini melepaskan diri dari kelolaan Accor Group. Nama Novita diambil dari bunga di Eropa yang harum semerbak,
Tapi sayang, keharuman nama Novita Hotel tercoreng di akhir tahun 2016. Kala itu, insiden ornamen Natal, “memukul” keras hotel tersebut.

BACA JUGA: Empat Orang Tamu Novita Hotel Dilarikan ke Rumah Sakit

Saat seorang karyawannya membuat lafadz Allah di bawah susunan batu telapak kaki, dalam ornamen Natal yang ditempatkan di lobi Novita Hotel, massa langsung meradang. Penghinaan terhadap agama Islam dituduhkan kepada manajemen hotel kala itu.
Demi keamanan, Novita Hotel ditutup hingga beberapa pekan sejak kejadian ornamen Natal tersebut. Hingga akhirnya dibuka kembali setelah polisi menuntaskan kasus dugaan penistaan agama Islam di ornamen Natal itu.
Setahun berselang, di bulan November 2017, Novita Hotel kembali bergolak. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba manajemen memecat belasan karyawan (Baca: BREAKING NEWS! Novita Hotel Ternyata Sudah Pecat 25 Karyawan). Gejolak internal di tubuh manajemen Novita Hotel terus berlanjut hingga beberapa waktu kemudian.
Puncaknya, pada Senin 9 April 2018, Novita Hotel terbakar. Api menguasai hotel itu hingga belasan jam lamanya. Meratakan hampir seluruh bangunan hotel. Beruntung tak ada korban jiwa pada insiden ini.
Bersamaan dengan kebakaran, muncul desas-desus yang menyebut hotel tersebut mengalami kebangkrutan. Informasi didapat, karyawan Novita Hotel belum digaji selama dua bulan terakhir. “Adik saya yang kerja di sana belum gajian dua bulan,” ujar seorang warga ditemui di kawasan Simpang Rimbo, Senin (9/4/2018).
Tapi sayang, hingga hari ini, belum ada keterangan resmi dari manajemen Novita Hotel terkait kebakaran maupun kisruh di tubuh hotel bintang 4 itu.
Novita (Novotel) Hotel Jambi, kini tinggal kenangan di antara puing-puing sisa kebakaran hebat Senin-Selasa 9-10 April 2018. Mampukah asuransi menanggung semua kerugian ini?(tim)
Novita Hotel saat terbakar.
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: