Oknum Kepala Puskesmas Muarojambi Dicopot, Diduga Terlibat Pungli

0
Ekspos tim saber pungli Muarojambi.
Ekspos tim saber pungli Muarojambi.
SERUJAMBI.COM, Sengeti – Oknum kepala Puskemas di Kabupaten Muarojambi, dicopot dari jabatannya. Diduga, ia terlibat kasus pungutan liar (pungli). Ini diungkap langsung oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Muarojambi.
Ketua Saber Pungli Muarojambi, Kompol Lukman, mengatakan, di tahun 2017, ada lima laporan yang sudah masuk. Di antara kelimanya, salah satunya yakni oknum PNS Muarojambi. Namun, pihaknya juga telah menindaklanjuti dengan melakukan penindakan administrasi.
“Kita juga lakukan penindakan secara adminitrasi. Karena itu ada oknum PNS, maka, kita serahkan ke pemerintah daerah lewat saber pungli untuk kita lakukan pembinaan,” katanya, usai acara sosialisasi saber pungli dan gratifikasi.
Ditambahkan, untuk di tahun 2018 ini mengenai adanya laporan terkait pungli di Muarojambi, Lukman menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah ada menerima laporan tersebut. Atas laporan itu pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“2018 ini ada laporan yang masih dalam penyelidikan untuk membuktikan itu masuk dalam pungli atau tidak. Jadi, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Inspektorat Muarojambi, Budi Hartono, menanggapi bahwa oknum PNS yang dimaksud ialah salah satu PNS yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas di Muarojambi.
“Itu dulu statusnya Kepala Puskesmas dan sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas. Otomatis sudah di blacklist dan tidak bisa lagi jadi Kepala Puskesmas,” tegasnya.
Dijelaskan Budi, dalam penyampaian sosialisasi tersebut bahwa pada tahun 2018 ini sudah ada enam orang yang melaporkan terkait dengan gratifikasi. Adapaun gratifikasi yang dilaporkan tersebut berupa barang dan uang.
“Bahwa ada enam orang yang melaporkan mengenai lima orang itu, lima orang itu dilaporkan gratifikasi berupa barang dan satu orang gratifikasi berupa uang Rp 1 juta,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Muarojambi, Novan Harpanta membeberkan bahwa pihaknya juga telah mendapat laporan terkait pungutan liar. Bahkan laporan yang masuk. Kata dia, sangatlah fatal.
“Kami sudah mendapatkan laporan ada sangat fatal, kami tindak lanjuti dan itu terbukti. Kalau nanti ada laporan fatal, biasanya kami berkoordinasi dulu. Jika, masih bandel baru tim saber pungli bergerak,” pungkasnya.(don)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: