OPINI Bayu Anugerah: Pendidikan Era Milenial

0
Bayu Anugerah
SERUJAMBI.COM – Era milienial sekarang masyarakat banyak disuguhkan dengan pemberitaan tentang politik. Sehingga isu-isu yang lain tertutupi dengan keseksian perjalanan berita tersebut. Padahal, masih banyak berita lain wajib diinformasikan sehingga naik ke dalam permukaan dan menjadi perhatian masyarakat, pemerintah dan pemangku kebijakan.
Salah satu dari banyak masalah yaitu dibidang pendidikan. Penyelenggaraan suatu pendidikan nasional sudah tercantum dalam UUD 1945 yang mengamanatkan pemerintah dalam menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam artian merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan sarana belajar atau proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri.
Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan negara, daerah dan masyarakat yang menempatkan diri sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang. Terdapat korelasi yang tinggi antara tingkat kemajuan suatu negara dengan rata-rata tingkat pendidikan penduduknya.
Tingkat pendidikan masyarakat berhubungan dengan mutu kehidupan demokrasi, tingkat ekonomi dan demokrasi terkait erat dengan tingkat pendidikan warga negara. Akan tetapi banyak sekali penemuan-penemuan fakta di lapangan yang secara terang-terangan atau sembunyi memanfaatkan sebagai lahan bisnis atau untuk memperkaya kepentingan sebagian kelompok atau yang biasa disebut dengan neoliberalisme.
Ada beberapa praktek neoliberalisme pendidikan, pertama, berupaya untuk melepas peran serta tanggungjawab pemerintah dalam hal mendanai pendidikan. Padahal, praktek ini jelas bertolak belakang dengan amandemen UUD 1945, bahwa warga negara berhak mendapatkan pendidikan, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah berkewajiban untuk membiayainya.
Hal ini bisa dilihat dengan penerapan uang kuliah tunggal (UKT) dimana tertuang dalam Permendibud Nomor 55 Tahun 2013 yang telah terjadi perubahan pada Permen Nomor 73 Tahun 2013 yang output-nya mengatasnamakan asas subsidi silang yang dikelompokkan menjadi 5 golongan berdasarkan tingkat pendapatan orang tua.
Kedua, menyamakan ranah pendidikan dengan dunia industri. Dalam hal ini, lembaga-lembaga pendidikan, seperti sekolah, universitas dan lain-lain, dijadikan pabrik sedang produk yang dijual ialah ilmu pengetahuan.  Maka tak heran, tiap tahun kita mengalami kenaikan biaya pendidikan, karena siapa yang mampu membeli dengan dana besar, maka otomatis dia berhak mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
Fenomena ini menjalar sampai ke ranah fasilitas pun dijadikan sasaran pungutan. Salah satu diantara sekian universitas ada yang mengatasnamakan kemajuan universitas dengan menerapkan parkir berbayar. Kalau seumpama keamanan, ketertiban, kendaraan yang menjadi acuan, bisa diberikan solusi melalui pemasangan CCTV, penguatan penjagaan melalui satpam dan membuat portal.
Padahal, kalau mau dicermati universitas yang menggunakan sistem BLU (badan layanan umum) bisa memanfaatkan pembuatan kantin, tempat foto copy dan lainnya tanpa mengorbankan mahasiswa itu sendiri. Padahal sejatinya BLU dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui penyediaan barang dana atau  jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungn.
Pendidikan tinggi merupakan gerbang instrument perubahan sosial, pemerintah melalui sistem BLU terkhusus perguruan tinggi negeri diperlukan kemandirian atau harus menghidupi dirinya sendiri melalui pemaksimalan ventura ataupun pembukaan program studi yang sedang populer dibutuhkan industri dengan mendatangkan profit yang dapat digunakan untuk pengelolaan universitas.
Pengelolaan financial universitas-universitas sekarang pun banyak yang mempertanyakan, mengingat uang yang dibayarkan kepihak kampus menyaratkan pengelolaan pemenuhan hak pendidikan yang demokratis. Soal pembagian terhadap pihak pemerintah, universitas dan mahasiswa juga belum transparansi secara maksimal.(***)
*) Mahasiswa. Tinggal di Jambi
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: