OPINI: Cara Guru Merubah Mindset Siswa Tentang Matematika

0
Oleh: Siti Komariyah *
Matematika adalalah ilmu yang memepelajari tentang besaran, struktur, bangun ruang, dan perubahan-perubahan yang pada suatu bilangan. Matematika berasal dari bahasa Yunani Mathematikos yang artinya ilmu pasti. Dalam bahasa Belanda Matematika di sebut sebagai Wiskunde yang artinya ilmu tentang belajar.
Dalam kamus bahasa Indonesian, definisi Matematika adalah ilmu tentang bilangan dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya yang mencakup segala bentuk prosedur operasional yang di gunakan dalam menyelesaikan masalah mengenai bilangan. Segala hal yang berhubungan dan bersangkutan dengan Matematika disebut sebagai matematis. Matematis juga digunakan untuk menyebut sesuatu secara pasti dan sangat tepat.
Matematika merupakan salah satu ilmu yang banyak di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik secara umum maupun secara khusus. Secara umum matematika di gunakan dalam transaksi perdagangan, pertukaran,dll. Hampir di setiap aspek kehidupan ilmu matematika yang di terapkan. Karena itu matematika mendapat julukan sebagai ratu segala ilmu. Tak hanya itu tanpa di sadari matematika pun dapat melatih sesorang untuk selalu teliti dalam setiap mengerjakan sebuah pekerjaan, mampu bersikap rasional serta mampu memecahkan permasalahan yang rumit karena sudah terbiasa.
Namun hampir seluruh pelajar Indonesia menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sangat sulit, membosankan dan sangat membuat kepala pusing di buatnya di bandingkan pelajaran yang lainnya. Hal ini terbukti dari hasil survei Programe For Internasional Student Assessment (PISA) di bawah Organization Economic Cooperation and Development (OECD) yang dilakukan terhadap 65 negara di dunia pada tahun 2012.
Menurut survei tersebut, kemampuan siswa-siswi Indonesia mendududki peringkat bawah dengan skor 375, kurang dari 1% pelajar Indonesia yang benar-benar memiliki kemampuan yang baik di pelajaran matematika ini. Ya, itu adalah fakta yang cukup miris bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Hal ini bisa terjadi karena kesalahan pemahaman mengenai matematika sehingga merubah pola pikir atau mindset seseorang mengenai matematika, ketika seorang anak masih dalam tahap pendidikan dasar mereka telah memiliki pemikiran bahwa matematiak itu sulit, membosankan dan sangat memusingkan kepala, ini bisa terjadi kurangnya pemahaman siswa ketika di sampaika sebuah materi pembelajaran dan ketidak pedulian guru mengenai apakah siswa yang di ajarnya memehami materi yang telah di sampaikannya, bersikap cuek dan tak mau tau apa kesushan yang di alami siswa. Karena menurut beberapa siswa guru adalah salah satu faktor mengapa mereka malas mengikuti pelajaran matematiaka, ketika seorang guru sudah berpenampilan seram, berprilaku cuek, (killer) hal ini menambah kesan seram dan membosankan pelajaran matematiaka di dalam kelas. Tidak sedikit siswa yang malah memilih bolos atau kabur ketika pelajaran tersebut di adakan.
Untuk itulah sebagai calon tenaga pendidik (guru) khususnya pendidikan matematika, kita di tuntut untuk menemukan akar masalah yang menyebabkan siswa malas mengikuti pelajaran dan tidak tertarik dengan matematika serta solusi apa yang seharusnya diterapkan agar siswa memiliki minat terhadap matematika mengingat matematika adalah ilmu yang sangat penting, berikut beberapa cara yang dapat di lakukan oleh calon tenaga pendidik (guru) untuk merubah pola pikir (mindset) siswa agar memiliki rasa ingin tahu mengenai matematika.
  1. Pastikan Anak Didik Memahami Keterangan yang Sudah Anda Sampaikan
Berbeda dengan pelajaran lain, matematika adalah pelajaran yang kompleks, di mana setiap materi yang satu berkaitan dengan materi lainnya, materi dasar yang juga menjadi dasar juga sangat mendukung untuk memahami materi yang lebih tinggi, untuk itu perlu di lakukan:
  1. Terangkan materi secara struktural
  2. Santai namun tetap dalam target ketika menerangkan materi, jangan terlalu cepat karena bisa membuat anak didik kurang faham
  3. Bila perlu, ulang kembali keterangan jika banyak anak didik yang kurang faham
  4. Jangan menuntut anak didik untuk menghafal rumus, sering-sering memberi soal dan tugas yang berguna untuk siswa mengingat materi yang telah disampaikan tanpa disadari pula rumus akan dengan sendirinya terhafal bagi siswa yang sering mengerjakan soal.
  5. Paduakan Matematika Dengan Dunia Nyata
Salah satu kendala yang membuat anak didik merasa kesulitan adalah karena matematika dalah abstrak dan terbatas pada angka dan angka. Sekarang, cobalah mengubah dalam menerangkan materi dengan mengaitkan materi tersebut dalam dunia nyata. Selain ini bisa membuat siswa lebih memahami materi trsebut, siswa juga akan termotivasi secara tidak langsung.
  1. Jangan Pernah Mengalihkan Perhaitain Anda Pada Semuan Siswa di Kelas
Perhatian Anda juga harus sepenuhnya tertuju kepada semua anak didik di kelas, baik ketika Anda menyampaikan materi maupun ketika anak didik sedang mengerjakan soal itu penting agar Anda mengetahui apa saja yang di lakukan anak didk dalam proses belajar mengajar.
  1. Jangan membelakangi siswa ketika Anda menulis di papan tulis, cobalah membiasakan diri menulis sambil memperhatikan anak didik, menulis gaya miring
  2. Jangan hanya berdiri di satu tempat, cobalah berkeliling di antara para siswa saat dan sesudah menerangkan materi
  3. Libatkan semua siswa dalam proses belajar mengajar, Anda bisa melakukan dengan menanyakan secara lansung, mendekati siswa yang hendak bertanya, menyuruh salah satu anak didik menerjakan soal di papan tulis, membuat kelompok-kelompokbelajar dll
  4. Jangan pusatkan perhatian Anda hanya untukn anak didik yang pandai matematika saja, ini akan membuat kecemburuan sosial dalam kelas, tetapi ratakan perhatian Anda untuk semua siswa
  5. Gunakan Strategi, Media, dan Metode Pembelajaran yang Relevan
Untuk membantu daya serap anak didk dalam memahami materi, Anda perlu menggunakan beberapa strategi, media, dan metode, misalkan cara atau rumus cepat,alat-alat peraga, dan beberapa metode-metode pembelajara. Tetapi pastikan media dan metode tersebur relevan dan sesuai, baik sesuai dengan materi maupun sesuai dengan kebutuhan anak didik.
6. Beri Motivasi
Jika hanya fokus pada penyampaian materi kemudian pemberian soal, maka itu akan semakinmembuat anak didik merasa bosan dan jenuh. Sering-sering Anda harus memberikan spirit dan motivasi agar mereka lebih giatbelajar, misalnya:
  1. Beri spirit kepada anak didik Anda agar lebih giat belajar untuk menggapai hari esok yang cerah
  2. Beritahu fungsi dan manfaat matematiaka dalam kehidupan sehari-hari
  3. Sesekali, ceritakan kisah tokoh-tokoj matematikaduni dll
  4. Sedikit Candaan dan Humor Sudah Cukup
Matematiaka adalah pelajaran yang sulit dan membosankan bagi anak didik, untuk itulah jangan pernah menambah kebosanan mereka dengan ekspresi dan sikap kaku  Anda. Lebarkan senyum dan bersikaplah lebih humoris, ini akan membantu meringankan beban pikiran anak didik saat belajar di kelas
  1. Evaluasi Cara Mengajar
Sebagai guru, Anda pasti cukup kecewa dengan diri Anda sendiri jika kebanyakan anak didik tidak memahami materi yang sudah disampaikan, harapan Anda semakin surut dan semangat pun semakin layu. Untuk itu, cobalah mengevaluasi pengajaran Anda sendiri sebelum mengevaluasi siswa.
  1. Jangan Pernah Paksa Siswa Untuk Menguasai Matematika
Meskipun Anda sudah berusaha mengoptimalkan proses belajar mengajar secara maksimal, tetapi pasti ada beberapa anak didik yang memiliki bakat alami sulit memahami matematika. Jangan pernah memaksa mereka, justru beri mereka motivasi untuk mengasah pelajaran yang mereka bisa. Ingatlah bahwa setiap anak didik memiliki bakat dan keahlian yang berbeda-beda dalam pelajaran tertentu. Jika terlalu memaksa anak didik untuk memahami dan menguasai materi yang telah di berikan itu adalah kesalahan.
Dengan menjadi tenaga pendidik yang mampu memahami apa kebutuhan dan kesulitan setiap anak didik tidak menutup kemungkinan akan menjadikan siswa lebih antusias ketika pelajaran di sampaikan. Ketika rasa ingin tahu di dalam diri anak didik sudah ada maka tujuan pembelajaran (anak didk menjadi pandai) pun akan tercapai.(***)
* Penulis adalah mahasiswi Jurusan Pendidikan Matematika UIN Jambi
Loading Facebook Comments ...
loading...