Panwaslu Minta Keterangan PLT Bupati Minahasa Tenggara

0
Panwaslu. (ist)
SERUJAMBI.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) memanggil Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli untuk dimintai keterangan laporan dugaan ketidaknetralannya sebagai pejabat pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
“Kami memanggil Plt Bupati Minahasa Tenggara atas nama Ronald Kandoli pada hari Sabtu ini sebagai terlapor, untuk memberikan keterangan dalam klarifikasi perihal laporan dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal dan tidak netral sebagai pejabat negara, ujar Anggota Panwaslu Kabupaten Minahasa Tenggara Dolly Van Gobel di Ratahan, Sabtu.
Selain meminta keterangan dan klarifikasi secara langsung dari terlapor, pihaknya juga telah memanggil sejumlah.saksi serta pelapor untuk dimintai keterangan, dan hasil kajian Panwaslu akan disampaikan Minggu (25/2).
“Jadi baik terlapor, pelapor, sampai pada saksi-saksinya sudah kami mintai keterangan. Nanti esok kemungkinan hasil kajiannya sudah ada, dan akan disampaikan lewat papan informasi Panwaslu,” ujarnya.
Sementara itu Plt Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli membenarkan jika dirinya dipanggil Panwaslu, dan telah memberikan keterangan secara langsung terkait dugaan ketidaknetralannya dalam Pilkada.
“Saya sudah memberikan keterangan kepada pihak Panwaslu, seperti sudah saya sampaikan juga sebelumnya bahwa saya tidak pernah mengucapkan atau perintahkan untuk mendukung paslon, atau pun mendukung kotak kosong, apalagi hingga penurunan foto Bupati James Sumendap,” jelasnya.
Dia menuturkan, masyarakat yang mengantarnya ke kantor bupati pada hari pertama dirinya melaksanakan tugas Plt Bupati adalah spontanitas warga.
“Karena saya tahu sebagai pejabat negara, Plt Bupati harus netral untuk menyukseskan dan mengamankan Pilkada di Kabupaten Minahasa Tenggara,” ujarnya.
Lebih lanjut Ronald mengungkapkan kronologis yang terjadi, setelah pada Rabu (14/2), menerima Surat Penugasan sebagai Plt Bupati Minahasa Tenggara dari Gubernur yang diwakilkan Wakil Gubernur Steven Kandow, dan pada Kamis (15/2), di hari pertama masuk kantor, dia hanya mengundang pendeta untuk mendoakannya bersama keluarga di kediamannya, tapi setelah doa bersama, ada ratusan masyarakat menunggu dan mengantarnya ke Kantor Bupati dengan berjalan kaki.
“Intinya apa yang dituduhkan kepada saya sebagai Plt Bupati itu tidak benar, karena ditugaskan Gubernur untuk sukseskan Pilkada, jadi harus netral begitu pun para ASN,” katanya.(fok/ant)
Loading Facebook Comments ...
loading...