Pasangan Kekasih Pelaku Curanmor Ini Akhirnya Tertangkap

0
AN dan Riko
AN dan Riko pasangan kekasih yang diamankan Polres Batanghari. (Rizki/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Pelarian Riko (31) yang merupakan DPO kasus curanmor  akhirnya terhenti. Setelah kekasihnya AN (31), seorang guru honorer lebih dulu tertangkap polisi. Sepasang kekasih ini akhirnya harus merasakan dinginnya berada dibalik jeruji besi.
Penangkapan Riko ini bermula dari pengembangan yang dilakukan Satreskrim Polres Batanghari, terhadap AN yang merupakan kekasih pelaku. Dari keterangan AN inilah, diketahui jika ia tidak bekerja sendiri saat melakukan pemeriksaan curian motor.
Setelah mendapatkan keterangan dari AN dan mengetahui keberadaan tersangka Riko, Satreskrim Polres Batanghari langsung bergerak cepat untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka Riko. Pengejaran dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Dimas Arki Jati Pratama
Setelah dilakukan pengintaian, akhirnya tersangka Riko (31) berhasil diamankan tanpa perlawan oleh tim Satreskrim pada Selasa (13/2/2018) subuh, sekitar pukul 04.00 Wib. Pelaku diamankan di Jalan Benteng, depan Masjid Agung, Kelurahan Legok, Kecamatan Rawasari, Kota Jambi.
Kapolres Batanghari AKBP Ade Rahmat Idnal, melalui Kasat Reskrim Iptu Dimas Arki Jati Pratama kepada  awak media membenarkan adanya penangkapan pasangan curanmor ini.
“Iya, benar kita telah berhasil mengamankan tersangka curanmor Riko dari hasil pengembangan tersangka AN,” ujar Kasat Reskrim Polres Batanghari Iptu Dimas Arki Jati Pratama.
Dikatakannya, sebelumnya, dalam kasus pencurian motor mahasiswi ini, pihak Kepolisian sendiri telah mengamankan seorang guru honor berinisial AN. Pelaku diamankan  di Perumahan Guru, di salah satu Sekolah Dasar di Kelurahan Teratai Kecamatan Muarabulian. AN diamankan karena turut berperan dalam pencurian.
“Keduanya tersangka ini adalah pasangan kekasih. Dalam kasus pencurian ini keduanya ada peran. Yang satunya,  tukang pinjam,  satunya lagi tukang membawa kabur kendaraan. Sedangkan untuk otak pencurian sendiri masih kita dalami,” terangnya
Lebih lanjut dikatakannya, modus keduanya awalnya dengan berpura-pura meminjam kendaraan yang sudah menjadi target mareka. Peran ini pun dimainkan sang wanita, yang mencoba menghubungi korban yang tidak lain adalah sahabat dekatnya.
“Kejadian itu awalnya, tersangka AN menghubungi korban untuk meminjam kendaraanya. Namun ketika itu, kendaraan korban ini sedang digunakan saudaranya. Tersangka kemudian menghubungi saudara korban,” ujarnya.
Setelah berhasil menghubungi saudara pemilik kendaraan, tersangka pun meminta untuk melakukan pertemuan dan untuk meyakinkan tersangka pun lanngsung menunjukan bukti berupa sms.
“Sms yang ditunjukan ini, sebagai bukti tersangka telah meminjam kendaraan kepada pemilik kendaraan. Saudara korban pun akhirnya menyerahkan kendaraan kepada tersangka,” ujarnya.
Ketika motor sudah ditangan tersangka AN, lanjutkan Kasat, tersangka AN langsung menuju tempat duplikat kunci. Kemudian kunci yang sudah duplikat pun diserahkan kepada tersangka Riko.
“Disini peran dari tersangka Riko lagi. Tersangka Riko  pun dengan mudah membawa motor itu untuk dibawah kabur tentunya setelah motor itu dikembalikan. Dan selanjutnya,  tersangka menjualnya ke Kabupaten Kerinci,” ungkapnya.
Atas perbuatannya kedua tersangka diancam dengan pasal 363 Ayat 1 tentang pencurian  dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: