Pembebasan Jalan Mendalo dan Bandara Belum Jelas, Jambi Berpotensi Rugi Puluhan Miliar

0
SERUJAMBI.COM – Masalah pembebasan lahan di sejumlah titik proyek jalan nasional yang dibiayai dari APBN di Provinsi Jambi masih belum jelas. Hingga kini ada dua jalan yang pembangunannya tergantung pada pembebasan lahan, yakni jalan lintas Jambi Batanghari di kawasan Mendalo dan akses jalan menuju Bandara Sultan Thaha Syaifuddin tepat di titik depan pasar Pasirputih.
Dilansir dari laman Inilahjambi.com (media partner Serujambi.com), skema pembebasan lahan akses menuju Bandara merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum, termasuk Kawasan Mendalo. Sementara sebagai pemilik wilayah, Pemerintah Kabupaten Muarojambi hanya bertugas mengkoordinasikan pembebasan dengan warga.
Persoalannya diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi Jambi baru fokus membebaskan lahan akses ke bandara, padahal dalam waktu bersamaan kawasan Mendalo juga perlu disikapi.
“Kami masih fokus pembebasan lahan akses ke bandara, untuk Mendalo masih menunggu,” kata Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PU PR Provinsi Jambi, Edi Fernando, melalui sambungan telepon kepada Inilahjambi, Selasa 25 September 2018.
Edi tidak menjelaskan lebih lanjut detail pembebasan lahan termasuk besaran ganti rugi yang diminta, target pelaksanaan, termasuk penolakan ahli waris untuk merubah sertifikat lahan mereka yang terkena akses menuju bandara tersebut.
“Saya lupa, saya sedang di luar kota dan buru-buru,” kata Edi sambil memutuskan sambungan telepon.
Terpisah, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IV (BPJN) Junaidi, mengatakan, anggaran yang disediakan untuk pelebaran bahu jalan dan overlay tahun ini mencapai Rp 27 milyar. Sementara untuk penuntasan jalan ke bandara mencapai Rp 54 Miliar.
“(biayanya) sekitar (Rp) 27 milyar, untuk pekebaran bahu dan overlay aspal. Bandara (Rp) 54 milyar,” kata Junaidi kepada Inilahjambi, Selasa.
Dikatakan Junaidi, pembebasan lahan harus segera dilakukan. Sebab kalau tidak masyarakat akan rugi.
“Mudah-mudahan bisa selesai kalau ngga selesai masyarakat yang rugi,” kata dia lagi.
Sebelumnya Junaidi mengakui, percepatan pembangunan jalan akses ke Bandara Sultan Thaha Syaifudin Jambi masih terkendala pembebasan lahan di titik kawasan Pasir Putih, Kota Jambi, yakni di depan Masjid, tidak jauh dari Simpang Chandra, Pasir Putih, dan sebagian lagi di epan deretan ruko dan pasar kawasan tersebut. (fok)
Loading Facebook Comments ...
loading...