Pemkab Tanjab Barat Larang Rekanan Tutup Jalan Perbatasan

0
SERUJAMBI.COM, Kualatungkal – Pembangunan jalan alternatif yang dilakukan pihak rekanan di daerah perbatasan, juga mengundang reaksi keras dari pemkab Tanjab Barat. Pemkab dengan tegas melarang pengalihan jalur ke jalan alternatif dan menutup jalan utama. Sebab pemkab menilai, jalan alternatif tak akan kuat dan bisa membahayakan.
Asisten I Setda Tanjab Barat, Hidayat mengatakan, jika pihaknya telah memberikan ultimatum pada pihak rekanan. Dimana jika dalam satu Minggu ini belum memiliki solusi lain, maka rekanan dilarang untuk menutup jalan. Karena jalan alternatif yang dibuat rekanan, dipastikan tidak akan kuat dilalui mobil-mobil berat.
“Jalannya pasti akan rusak. Kita tidak mau sampai jalur transportasi ke arah Kuala Tungkal terputus,” sebutnya.
Diungkapkan Hidayat, pemkab sudah meminta pihak rekanan untuk mencari alternatif lain untuk jalur transportasi. Jika pihak rekanan merasa tidak mau meningkatkan kualitas jalan alternatif. Karena jika dipaksakan, dengan konstruksi jalan alternatif sekarang, dipastikan dalam waktu singkat akan rusak.
Sebab kendaraan yang melintas di jalan saat ini, rata-rata tonasenya cukup berat. Bahkan ada yang mencapai 15 ton. Sementara jalan alternatif, hanya mampu menopang kendaraan dengan tonase 8 ton.
“Jika pihak rekanan tetap memaksakan, dipastikan akan timbul gejolak,” sebut Hidayat.
Untuk diketahui, jalan jalan perbatasan. Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur, akan dibangun jembatan. Pembangunan dilakukan menggunakan dana pusat oleh balai jalan. Agar jalur transportasi tidak terputus, maka dibangun jalan alternatif. Sayangnya, jalan tersebut tiang pancang pada jembatannya hanya menggunakan beberapa batang kelapa. Selain itu, pondasinya menggunakan tanah sekitar. Sehingga diperkirakan, jalan tersebut tidak akan mampu menopang kendaraan berat yang melintas setiap harinya. (Iis)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: