Penampungan Baby Lobster di Jambi Bernilai Rp 8 M

0
Para pelaku saat diamankan. Foto: Doni/Serujambi.com
Para pelaku saat diamankan. Foto: Doni/Serujambi.com
SERUJAMBI.COM, Jambi – Penggerebakan tempat penampungan baby lobster di Jalan Bintan, RT 29, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, menguak nilai yang fantastis. Baby lobster yang dipelihara itu senilai Rp 8 miliar.

BACA JUGA : Breaking News! Bareskrim Polri Gerebek Penampungan Baby Lobster di Jambi

Kasubdit IV Tipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Parlindungan Silitonga, mengatakan, dalam penangkapan tersebut, anggota berhasil mendapatkan baby lobster jenis Mutiara sebanyak 4.960 ekor. Sedangkan baby lobster jenis Pasir sebanyak 52.950 ekor. Untuk total keseluruhan baby lobster sebanyak 60ribu ekor.
“Kalau untuk baby lobster jenis Mutiara itu satu ekornya berkisar Rp 200 ribuul. Dan untuk baby lobster jenis Pasir per ekornya dijual sebesar Rp 150 ribu. Jadi total kerugian negara sebesar Rp 8 miliar lebih,” kata Kombes Pol, Parlindungan Silitonga.
Selain itu, sewaktu penggerebekan pada sore Jumat (9/11/2018) sekitar pukul 16.30 WIB, petugas juga berhasil meringkus sembilan tersangka. Di antaranya, satu pemilik rumah. Dari
Sembilan tersangka tersebut, mereka mempunyai tugas masing-masing. Mulai dari packing, sopir hingga pencatat pembukuan.
“Pemilik rumah adalah IS. Sedangkan YT, HR, IY, HD, AGI dan TMR yaitu sebagai packing baby lobster. Selanjutnya, BK hanya sebagai sopir, adapun KD sebagai pencatat pembukuan,” ujar Parlindungan Silitonga.
Ditambkan, dalam penangkapan ini anggota juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit tabung oksigen besar dan tiga unit tabung oksigen kecil.
Kemudian, satu kolam besar, dua ratus galon Aqua 16 liter berisikan air laut, sebelas Box Strofoam dan satu unit alat tembak oksigen.
Selanjutnya, tiga unit kulkas freezer serta dua unit pompa air. Lalu, satu unit AC pendingin kolam dan satu buku pembukuan.

BACA JUGA : Keji! Gadis Buluran Digilir Lima Pemuda di Komplek Perkantoran Muarojambi

Sementara itu, atas perbuatan yang dilakukannya, tersangka dikenakan Pasal 88 Jo Pasal 16 UU RI Nomor 44 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo Pasal 55 KUHP, Jo Pasal 2 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016 tentang larangan penangkapan dan pengeluaran lobster dari wilayah Indonesia.
“Tersangka mendapatkan ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar lima,” tandas Kombes Pol, Parlindungan Silitonga.(don)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: