Pengebor Minyak Ilegal di Batanghari Kian Menjadi

0
Ilegal Driling
Kapolres Batanghari, AKBP Ade Rahmat Idnal saat penutupan lokasi pengeboran minyak ilegal. (Rizki/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Pengeboran minyak ilegal atau ilegal driling di wilayah Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Batanghari, semakin hari semakin menjadi. Pengelola tak jera dengan penutupan yang dilakukan berkali-kali.
Berdasar penelurusan yang dilakukan serujambi.com, penambang minyak ilegal tersebut dimodali dua orang, F dan M serta satu pemilik lahan.
Sementara itu, Polres Batanghari sebelumnya juga telah melakukan penutupan terhadap 10 titik sumur illegal drilling. Penutupan dipimpin langsung Kapolres Batanghari AKBP Ade Rahmat Idnal SIK MSi.
Penutupan sumur Illegal drilling berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (15/3/2018) lalu. Dengan membawa 50 personil gabungan terdiri dari Babinsa dan Kesbangpol, tim merangsek ke lokasi sumur.
“Lokasi tersebut merupakan lahan warga yang berada tidak jauh dari lokasi wilayah kerja Pertamina, dan sebagian berada dalam wilayah Tahura milik Pemkab Batanghari,” ungkap Ade didampingi Kasat Reskrim Iptu Dimas Arki Jatipratama SIK.
Dikatakan, penindakan di lokasi sumur-sumur minyak dilakukan dengan cara menyita perangkat atau alat kerja Iligal Driling dari 10 titik lokasi sumur minyak ilegal.
“Di antaranya, pipa besi, pipa pralon, mesin penyedot dan lain-lain,” sebutnya.
Selain menyita perangkat kerja illegal drilling, petugas juga memasang garis polisi atau Police line serta spanduk pemberitahuan larangan illegal drilling.
“Pada saat penindakan, para pelaku sudah tidak ada ditempat. Hanya beberapa lokasi sumur minyak masih terlihat bekas adanya aktifitas pengeboran yang ditinggalkan oleh para pelaku,” ungkapnya.
Penutupan sumur illegal drilling berakhir sekitar pukul 12.15 WIB. Untuk diketahui, aktifitas Ilegal Driling di Kecamatan Bajubang akhir 2017 lalu telah ditutup oleh pihak Pertamina.
Selama aksi penutupan, Pertamina mendapatkan pengamanan personil Polres Batanghari, unsur TNI dan Sat Pol PP Pemkab Batanghari.
Aktifitas Ilegal Driling tersebut beroperasi kembali secara diam-diam dan dilakukan oleh para pelaku. Mereka beralasan sumur-sumur minyak sebagian besar berada di lahan kebun pribadi milik masyarakat.(riz)
Loading Facebook Comments ...
loading...