PERINGATAN! Truk Batubara Baru Boleh Melintas Mulai Pukul 18.00!

0
Rapat mediasi antara Pemprov Jambi, Polda Jambi, warga Kumpeh dan utusan perusahaan batubara, di kantor Gubernur Jambi, Senin (13/8/2018).
Rapat mediasi antara Pemprov Jambi, Polda Jambi, warga Kumpeh dan utusan perusahaan batubara, di kantor Gubernur Jambi, Senin (13/8/2018).
SERUJAMBI.COM, Jambi – Pasca bentrok di Kumpeh, Minggu 12 Agustus 2018, antara warga setempat dengan sopir truk muatan batubara, jajaran Pemprov Jambi melaksanakan rapat mendadak, di ruang rapat utama Kantor Gubernur Jambi, Senin (13/8/2018). Hasilnya, peringatan keras bagi para sopir batubara.
Apa itu? Yakni, kebijakan bahwa sopir truk batubara, baru boleh melintas di jalan raya mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Tak boleh selain waktu itu.
Untuk diketahui, rapat mendadak itu dihadiri Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar, Bupati Batanghari Sahirsyah, Bupati Muaro Jambi Masnah Busro, Kapolres Batanghari AKBP M Santoso, Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono, Wakapolda Jambi Brigjen Pol Ahmad Haydar, warga dan utusan perusahaan batubara. Rapat ini berjalan lancar.
Rapat mediasi kali ini menghasilkan beberapa kesepakatan. Yakni, menyepakati bahwa sopir batu bara baru boleh melintas di Muara Bulian sampai Pelabuhan Talang Duku mulai dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB. Selanjutnya, pihak perusahaan harus menyediakan tempat parkir khusus di wilayah Batanghari dan Muaro Jambi.
Parkir ini fungsinya agar mobil truk batubara bisa berhenti di tempat khusus sampai masuk waktu yang diperbolehkan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Selain itu, fungsi parkir ini supaya mobil muatan batubara tak parkir di tepi jalan dan mengganggu pengendara lain.
Hasil rapat yang dipimpin Asisten I Setda Provinsi Jambi, Apani, ini disepakati oleh para pengusaha batubara. Mereka mau menuruti semua hasil rapat, mulai dari pembatasan waktu distribusi sampai penyediaan parkir khusus.
“Karena ini aturan pemerintah, kita harus mentaatinya dan ke depannya kita akan membentuk kelompok pengusaha batu bara Provinsi Jambi,” ungkap Azrin Usman, seorang pengusaha batu bara, ditemui usai rapat.
Ia juga mengaku siap membuat tempat parkir khusus bagi mobil muatan batu bara. Tempat parkir ini akan ditempatkan di kawasan Kabupaten Batanghari dan Muarojambi.
“Ke depannya kita akan memberi arahan terhadap sopir-sopir mengenai aturan lalu lintas ini. Dan kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi,” tutupnya.(why7/lim2)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: