Petani Pinang dan Kelapa Kian Mengeluh

0
pinang
Ilustrasi buah Pianang
SERUJAMBI.COM, Kualatungkal – Para petani Kelapa dan Pinang kian mengeluh. Mendekati bulan ramadhan, harga Pinang dan Kepala bukannya naik, malah kian merosot. Bahkan saat ini berada di titik harga terendah.
Jika sebelumnya harga Pinang kering berada di kisaran Rp. 12 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi Rp 8 ribu per kilogramnya. Keadaan terparah terjadi pada harga kelapa. Pada bulan lalu, harga kelapa masih berkisar Rp. 3.500 per butir, sudah dua pekan ini turun menjadi Rp. 1.000 per butir.
Andi, salah seorang petani kelapa mengungkapkan, kalau merosotnya harga jual kelapa ini cukup menyulitkan petani. Hasil panen kelapa sudah tidak bisa diharapkan lagi uangnya. Karena untuk kebutuhan sehari-hari saja kurang.
“Biasanya jelang puasa harganya naik, tapi ini malah turun. Kami dapat apa lagi kalau harganya cuma segini,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mensiasati agar biaya pengeluaran tidak terlalu besar, seluruh kegiatan panen, pengangkutan, hingga pengupasan dilakukan sendiri. Apalagi jika hasil panen tidak banyak.

Sementara Teguh, petani Pinang di Kecamatan Betara mengungkapkan, kalau harga pinang beberapa pekan ini kian jatuh. Harga di petani sudah mencapai Rp. 8.000 bahkan untuk petani yang berada di daerah pedalaman, harganya bisa jatuh lagi.

“Yang mau beli pinang juga jarang, jadi susah sekali saat ini,” katanya.

Terkait masalah tersebut, Melam Bangun, kepala Dinas Perkebunan Ya kab Barat mengaku memang cukup sulit menstabilkan harga pinang. Pasalnya, jumlah eksportir di Tanjab Barat kian berkurang. Sudah tidak banyak lagi seperti dulu.

“Pengusaha eksportir pinang sudah jarang, jadi saya beli juga turun. Inilah yang kemudian berimbas pada harga komoditi,” ungkapnya.

Kadis perkebunan itu juga mengungkapkan, dengan kondisi yang ada saat ini, Kelapa dan Pinang hanya dijual untuk mencukupi kebutuhan lokal. Sepeti dijual ke kabupaten lain atau provinsi lain. Itupun jumlahnya terbatas.

“Kita hanya berharap, semoga pemguaaha eksportir kembali lagi. Jadi Harga bisa secepatnya stabil,” tandasnya. (iis)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: