PKK Batanghari Tingkatkan Penghasilan Ibu Rumah Tangga

0
PKK
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batanghari Ny Hj Yunita Syahirsah
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batanghari menggalakan program peningkatan perekonomian keluarga dan perempuan sebagai motor penggeraknya.
“Caranya meningkatkan kapasitas sumber daya kaum wanita melalui sosialisasi dan bimbingan tekhnis yang bekerjasama dengan intansi terkait,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Batanghari, Yuninta Syahirsah, Sabtu (21/4/2018).
Yuninta mengatakan di era milenial ini peran kaum wanita sangat di butuhkan di tengah-tengah keluarga. Selain di tuntut dapat menambah penghasilan keluarga, kaum wanita juga di harapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan daerah dengan tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.
Peningkatan sumber daya kaum wanita yang dilakukan oleh TP PKK daerah itu diantaranya melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan pekarangan rumah untuk di jadikan kebun keluarga. Selain itu juga dilakukan sosialisasi dan simulasi di tingkat kecamatan dan desa tentang berkehidupan dengan baik.
Semua program TP PKK tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, hal itu karena program TP PKK tersebut sejalan dengan visi misi pemerintah daerah itu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program PKK tersebut di kawal oleh kader-kader terbaik. Selain lakukan sosialisasi dan simulasi, kader-kader PKK juga melakukan pendampingan dan pembinaan sehingga program tersebut dapat di rasakan dalam jangka waktu yang panjang,” kata Yuninta.
Sementara itu menanggapi peringatan hari Kartini yang ke-140 di tahun 2018 ini, yuninta mengatakan peringatan hari Kartini merupakan suatu kebangkitan bagi kaum wanita di daerah itu untuk menampilkan kemampuan dan jati dirinya.
Hal itu dikarenakan di tahun ini juga merupakan tahun politik, dan di tahun politik tersebut kaum wanita di dorong untuk ikut serta dalam pesta demokrasi tersebut sebagai aktualisasi dari kesetaraan gender.
Menurut yuninta, di zaman milenial ini seorang kartini atau perempuan harus dapat mengikuti perkembangan zaman. Namun jangan sampai melupakan kodrat dan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya serta anggota masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Tidak ada lagi perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Artinya perempuan mempunyai hak untuk menjalankan fungsinya, baik di ranah domestik maupun publik seperti menjadi pejabat, politisi dan sebagainya.
“Namun kaum wanita tetap harus menjalankan tugas-tugasnya sebagai ibu rumah tangga dan secara fungsi sosial kaum wanita di tuntut dapat meningkatkan kualitas hidup,” kata yuninta menjelaskan.
Di mata Yuninta sosok Ibu Kartini merupakan barometer kaum wanita di Indonesia. Ibu Kartini telah menjalani pasang surut kehidupan yang menjadikan dirinya sejajar dengan kaum pria. (esa/ant)
Loading Facebook Comments ...
loading...