Produktif, Kota Jambi Banyak Lakukan Kerjasama Strategis

0
SERUJAMBI.COM, Jambi – Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa Pemerintah Daerah dapat bekerjasama dengan daerah lain, pihak ketiga, maupun lembaga dan pemerintah luar negeri.
Kesempatan tersebut rupanya tidak disiakan oleh jajaran Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi Dr. Syarif Fasha, ME untuk berkreasi dan berinovasi bagi kemajuan Kota Jambi.
“Berlakunya undang-undang 23 Tahun 2014 tentang Pemda, posisi kerjasama daerah merupakan sebuah mekanisme inovatif dalam pemerintahan,” ujar Kepala Bagian Kerjasama Setda Kota Jambi Mariani Yanti, Ph.D, usai pembukaan acara Sosialisasi Kerjasama Satu Pintu (One Gate Collaboration), yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jambi, Selasa pagi (3/7).
Yanti menambahkan, Pemkot Jambi telah mengeluarkan aturan teknis tentang Tata Cara Kerjasama Satu Pintu dan membentuk Tim Teknis dan Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) untuk memfasilitasi kerjasama daerah. Hasilnya, Kota Jambi masuk dalam jajaran daerah yang produktif dalam melaksanakan kerjasama antar daerah dan pemerintah dengan pihak/lembaga diluar pemerintah, baik didalam maupun luar negeri.
“Kerjasama daerah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Jambi pada tahun 2017 berupa, sembilan Memorandum of Understanding dan empat belas Perjanjian Kerjasama. Mou Pemkot didominasi bersama pihak ketiga, seperti BPJS Kesehatan, Politeknik Negeri Sriwijaya, dan beberapa lembaga perbankan. Perjanjian Kerjasama dilakukan Pemkot bersama Polresta Jambi, Kementerian PUPR RI, Kemenkominfo RI, dan beberapa Pemda di Provinsi Jambi. Itu belum termasuk kerjasama dengan negara dan lembaga internasional,” jelas Doktor lulusan Canada tersebut.
Ia menambahkan, eksistensi Kota Jambi dalam kancah pergaulan Internasional juga tidak perlu diragukan lagi. Hal itu menurutnya tidak terlepas dari kerja keras jajaran Pemerintah Kota Jambi yang dimotori Wali Kota Jambi Syarif Fasha dengan konsep outward looking policy. Kota Jambi pun saat ini tercatat sebagai salah satu daerah di Indonesia yang aktif dan memiliki hubungan kemitraan strategis dengan beberapa negara di dunia.
Sebut saja seperti Singapura, China, Korsel, Denmark, dan Jerman, yang memiliki kemitraan strategis dan komprehensif bagi Kota Jambi. Kota Jambi juga tercatat aktif dalam beberapa organisasi internasional, seperti UCLG ASPAC dan ICLEI.
Sebagaimana diketahui, keaktifan Wali Kota Syarif Fasha dalam berbagai forum internasional juga banyak mendapat apresiasi. Pada September 2016 lalu, Ia pun terpilih menjadi Representative Council di dua jabatan sekaligus.
General Assembly UCLG ASPAC serta negara-negara di Southeast Asia menunjuk Wali Kota Jamb itu menjadi Representative Council UCLG ASPAC (United Cities and Local Government Asia Pacific), sebuah organisasi internasional yang beranggotakan pemerintah kota, dan asosiasi pemerintah daerah di kawasan Asia Pacific. Selain jabatan itu, Fasha juga dipercayakan menjadi Representative Council tingkat dunia untuk periode 2016 – 2018.
Wali Kota Syarif Fasha itu terpilih saat pertemuan Sub Regional Elections for Representatives for Council and Executive Bureau yang berlangsung di Gunsan Jeollabuk-Do Korea Selatan tahun lalu.
Secara terpisah, Wali Kota Fasha menegaskan pentingnya jalinan kerjasama antar daerah dan pemerintah dengan pihak/lembaga diluar pemerintah, bagi kemajuan suatu daerah.
“Kerjasama daerah merupakan hal yang sangat penting. Sesuai dengan amanat undang-undang, kerjasama daerah ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pelayanan publik. Kerjasama juga merupakan bentuk inovasi daerah yang memiliki tujuan strategis. Mempertimbangan efektivitas, efisiensi pelayanan publik, sinergi dan pada prinsipnya saling menguntungkan,” beber Fasha
Fasha juga menyampaikan bahwa, Pemkot Jambi selalu ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan bersama daerah lain.
“Pemkot Jambi siap berbagi pengalaman dan knowledge. Siap bekerjasama dan siap maju bersama daerah lain, terutama bagi daerah yang berbatasan, yang memiliki benefit mutual, terutama pada penyediaan layanan publik yang lebih efisien jika dikelola bersama. Tujuan kita pada akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik, yang berkualitas,” pungkas Fasha. (*/edz)
Loading Facebook Comments ...
loading...