PT KTN Usir Wartawan, Dikecam Persatuan Pers

0
Ilustrasi
Ilustrasi (Anung W/Seru Jambi)_
SERUJAMBI.COM, Jambi – Pengusiran wartawan oleh security PT Kurnia Tunggal Nugraha (KTN) saat melakukan peliputan kecelakaan yang menewaskan dua karyawan perusahaan itu, mendapat kecaman dari Aliansi Wartawan Harian Aktif Muaro Jambi (Aswhaja).
Sudir Putra, Ketua Aswhaja mengatakan bahwa tindakan itu tidak perlu terjadi. Apalagi di era reformasi ini, keterbukaan informasi publik menjadi keharusan yang harus dikedepankan instansi atau perusahaan dan itu diatur dalam perundang-undangan. “Ini menimbulkan tanda tanya, ada apa sebenarnya. Padahal ini  penting diketahui publik, apakah murni kecelakaan kerja atau seperti apa,” kata Sudir, Rabu (24/1/2018) kemarin.
Menurut sudir, situasi ini menandakan bahwa KTN alergi dengan kehadiran awak media. “Patut dipertanyakan, ada apa sebenarnya yang terjadi disana,” sebut Sudir.
Sebelumnya, PT KTN melalui security perusahaan melarang wartawan masuk dan melaksanakan peliputan. Wartawan dari media cetak elektronik yang ingin meliput kondisi kecelakaan dua karyawan PT itu diarahkan ke pos security. Selanjutnya, diminta agar meninggalkan lokasi perusahaan.
Meskipun awak media sudah menjelaskan dari media mana saja dan apa tujuan mereka datang ke lokasi itu. Security tetap tak mengizinkan. “Maaf atasan kami perintah, kalau tidak boleh masuk, baik untuk meliput ataupun mengambil gambar,” kata petugas keamanan perusahaan tegas kepada wartawan yang hendak meliput kejadian.
Saat wartawan menanyakan apa alasan pihak perusahaan tidak mengizinkan wartawan meliput peristiwa kecelakaan tersebut, petugas keamanan mengaku tidak bisa menjawab dan berdalih hanya menjalankan tugas.  “Kami hanya menjalankan perintah atasan. Atasan kami bilang tidak boleh masuk, tentu harus kami patuhi,” ujar security tersebut.
Diketahui, karyawan PT KTN  atas nama Miskun (40), warga Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, harus meregang nyawa, karena tergiling masuk mesin ulir penggilingan karnel yang berada di gudang pabrik Karnel Oil, PT KTN.
Musibah lainnya juga menimpa karyawan PT KTN bernama Hermansyah (32). Warga Desa Kemingking itu dikabarkan tenggelam saat sedang istirahat kerja, tenggelam ke di Sungai Batanghari. Masyarakat pun banyak yang mempertanyakan safety riding di perusahaan tersebut. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak PT KTN.(clp)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: