“Putusan Tio Pakusadewo, Mestinya Dihukum Rehab”

0
Anang Iskandar
Catatan: Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar *
Menurut UU Narkotika dihukum rehabilitasi sama dengan dihukum penjara. Penyalahguna narkotika untuk diri sendiri harus dibedakan dengan pengedar narkotika. Pengedar diancam dengan hukuman berat sedangkan penyalah guna diancam hukuman ringan, dijamin UU untuk direhabilitasi dalam pasal tujuan dibuatnya UU Narkotika.
Ini kekhususan UU narkotika. Sehingga selama proses penegakan hukum ditempatkan lembaga rehabilitasi, artinya selama proses penyidikan, penuntutan dan peradilan tidak memenuhi syarat ditahan, tidak boleh dilepas begitu saja melainkan ditempatkan di rehabilitasi. Ini jaminan UU Narkotika, lho!
Pada proses pengadilan hakim diberi kewenangan tambahan dapat memvonis hukuman rehabilitasi yang bersifat wajib terhadap penyalah guna dan dalam keadaan ketergantungan narkotika yang disebut pecandu, baik terbukti salah atau tidak terbukti salah ( pasal 103 UU Narkotika ).
Prinsip menurut UU narkotika, hakim wajib menghukum rehabilitasi terhadap penyalah guna apalagi penyalah guna yang sudah dalam keadaan kecanduan narkotika tidak saja kepada Tio Pakusadewo, tapi juga kepada penyalahguna di seluruh Indonesia.
Apalagi UU Narkotika pasal 103 ayat 2 dinyatakan secara jelas dipenjara itu sama dengan dihukum rehabilitasi khusus bagi penyalah guna narkotika.
Pilih mana, berdasarkan UU Narkotika atau UU GBK (Gregetan Biar Kapok).
* Dr Anang Iskandar,SIK, SH, MH, Dosen FH Tri Sakti
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: