Rektor Unja Diberi Tenggang Waktu Hingga Rabu

0
Rektor Unja, Johni Najwan
Rektor Unja, Johni Najwan saat menemui mahasiswa. (Eko/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa UNJA akhirnya berhenti sekitar pukul 12.30 wib. Akan tetapi, para mahasiswa memberikan ultimatum kepada rektor untuk mengevaluasi besaran biaya parkir. Mahasiswa UNJA memberikan tenggang waktu hingga hari Rabu 21 Februari nanti.
Hal tersebut disampaikan koordinator lapangan (Korlap) aksi, Imam Badawi. Ia mengatakan, pihaknya memberi tenggang waktu dua hari dari hari ini kepada pihak rektorat, untuk memberikan keputusan. Rektor harus bisa secepatnya mengambil keputusan untuk pihak pengembang.
“Rabu nanti, kita beri waktu pertemuan dan pembahasan untuk rektorat dalam menentukan batas akhir nilai uang parkir,” ungkap Badawi, setelah melakukan rapat bersama para mahasiswa.
Ditambahkannya, jika hal tersebut tidak dipenuhi oleh pihak rektorat, maka mahasiswa akan kembali turun melakukan demo di kampus orange tersebut. Bahkan akan turun dengan jumlah yang lebih banyak.
“Pada hari Rabu itu, kita semua harus ada disini jam 9 pagi. Jika tidak ada maka kita demo kembali, ” ungkap Badawi.
Ditegaskannya, selama tenggang waktu tersebut, para mahasiswa  akan melakukan aksi penggalangan dana untuk parkir UNJA. Penggalangan dana tersebut berupa pengumpulan koin.
“Kita Galang koin hingga tanggal 21 nanti,” tutupnya.
Sementara itu Rektor UNJA, Johni Najwan, sebelum mahasiswa melakukan rapat mengatakan, pihaknya hanya mampu menyangupi rapat tersebut hingga, Selasa (26/2/2018). Pasalnya, pihaknya sedang disibukkan dengan kegiatan wisuda.
“Kita akan mengadakan wisuda setelah itu baru kita lakukan pertemuan pada 26 Februari mendatang,” ungkap Rektor UNJA Jhoni Najwan. (eks)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: