Satpol PP “Tidur”, Dewan Ancam Tutup Paksa Prostitusi Sungai Bahar

0
Anggota DPRD Muarojambi Kamaluddin Havis Foto: Doni/Serujambi.com
Anggota DPRD Muarojambi Kamaluddin Havis Foto: Doni/Serujambi.com
SERUJAMBI.COM, Sengeti – Maraknya aktivitas prostitusi di Sungai Bahar membuat wakil rakyat di DPRD Muarojambi, naik pitam. Wajar saja, aktivitas karaoke yang dilengkapi bilik mesum tersebut terkesan dibiarkan oleh aparat penegak Peraturan Daerah (Perda).

BACA JUGA : Parah! Anak Diperkosa Ayah Kandung di Atas Tikar

Anggota DPRD Muarojambi Kamaluddin Havis mengaku bingung dengan kinerja Satpol PP Muarojambi dalam memberantas aktivitas yang jelas meresahkan masyarakat ini.
“Jangan ada lagi negosiasi dan jangan cuma dilihat. Hanya satu kata, tutup,” tegasnya dengan nada berapi-api, Rabu (7/11/2018).
Dia mengancam, jika dalam waktu dekat belum juga ada gerakan nyata dari Satpol PP, maka dirinya akan turun langsung ke lokasi tersebut. “Kalau tidak berani biar saya yang turun bersama rekan-rekan dewan lain. Kami bawa surat pernyataan dan tutup,” katanya.
“Saya pastikan ketika turun tidak ada perundingan dan nego,” katanya lagi.
Dia menambahkan, Kabupaten Muarojambi bukanlah kota besar seperti Kota Jambi. Selain itu, Muarojambi terkenal dengan masyarakatnya yang agamis.
“Ayo bertindak, jangan dibiarkan. Rusak generasi muda kita, hancur,” tandasnya.
Untuk diketahui, Pekerja Seks Komersial (PSK) sudah menjamur di Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi. Praktek prostitusi di kecamatan ini mulai merebak dari warung remang-remang hingga indekos plus-plus.

BACA JUGA : Sungai Bahar “Diserbu” PSK, Beroperasi di Warung Remang-remang Hingga Indekos

Akibat prostitusi di Sungai Bahar yang selalu dibiarkan, data dari Puskesmas Sungai Bahar, daerah ini mendapat peringkat tertinggi yang mengalami penyakit HIV/AIDS se-Kabupaten Muarojambi.(don)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: