Satu Pendemo Kesurupan, Dua Orang Sudah Ditetapkan Tersangka

0
Ratusan massa
Ratusan massa yang mengaku dari Serikat Petani Indonesia (SPI) Merangin unjuk rasa ke Mapolres Merangin
SERUJAMBI.COM, Merangin – Ratusan massa yang mengaku dari Serikat Petani Indonesia (SPI) Merangin unjuk rasa ke Mapolres Merangin, Selasa (30/1). Mereka menuntut agar Polres Merangin membebaskan Azhari bersama tiga rekannya yang ditahan beberapa waktu lalu, dianggap dalang perambahan dan kerusuhan warga Sungai Tebal dan Renah Alai.
Massa mendatanggi Mapolres sekitar pukul 13.15 WIB. Mereka datang dengan menggunakan beberapa unit mobil dan motor.
Sesampai di Mapolres yang telah dijaga ketat oleh aparat, massa langsung berorasi. Massa meminta Azhari bisa dibebaskan karena bukan merupakan provokator kerusuhan dan perambahan.
BACA JUGA: Memanas! Ratusan Pendemo “Kepung” Polres Merangin, Tuntut Terduga Perambah Hutan Dibebaskan
Setelah puas berorasi lima orang perwakilan pendemo mengadakan perundingan. Hadir dalam perundingan tersebut Bupati, Ketua DPRD Merangin, Kapolres, pihak dari TNKS dan penyidik kriminal khusus Polda Jambi.
Sementara, ratusan massa terus berorasi di luar Mapolres menunggu hasil perundingan selesai. Bahkan massa sempat memanas, bahkan salah seorang dari massa sempat kesurupan.
“Kami datang kesini dengan damai. Itu hanya ada rekan kami yang kesurupan tidak apa-kata,” kata korlap aksi.
Sementara di ruang Aula Mapolres Merangin perundingan berlangsung alot. Kapolres mengatakan, bahwa dari empat yang diamankan dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Untuk Azhari masih dalam proses penyelidikan, belum kita tetapkan sebagai tersangka. Masih ada waktu tiga hari kedepan,” katanya seraya mengatakan, penangan kasus ini langsung oleh Polda Jambi.
BACA JUGA: SPI Merangin Belum Terdaftar di Kesbagpol
Terkait dengan proses hukum pihaknya akan bertindak tegas. Jika yang bersangkutan terbukti bersalah maka akan dilanjutkan proses selanjutnya begitu juga sebaliknya jika tidak bersalah maka akan diserahkan kembali ke keluarganya.
“Untuk Azhari kita baru punya satu alat bukti, kita juga sudah minta keterangan saksi ahli yakni pihak TNKS bahwa perambahan yang dilakukan memang dalam wilayah TNKS,” kata penyidik dari Polda Jambi.
Terkait dengan tuntutan pendemo pihaknya tidak bisa menerimanya. Azhari belum bisa diserahkan kembali kerumahnya karena masih dalam proses penyelidikan.
“Kita belum bisa memenuhi tuntutan pendemo. Karena masih dalam proses penyelidikan,” sebutnya.
Setelah diberikan penjelasan oleh Bupati Al Haris, Ketua DPRD dan Kapolres, akhirnya perwakilan pendemo menerimanya. Perwakilan pendemo langsung memberitahukan hasil perundingan yang dilakukan. Pendemo yang menerima penjelasan tersebut sekitar pukul 17.00 WIB, secara tertib membubarkan diri.
Seperti diberitakan sebelumnya, Azhari CS diamankan oleh warga Renah Alai dan diserahkan ke Polisi. Dia diduga sebagai provokator perambahan dan sering terjadinya konflik antar warga pendatang dengan pribumi.(jin)
Loading Facebook Comments ...
loading...