Sebelum Semurup, Warga Juga Blokir Jalan Raya Siulak

0
Warga Blokir Jalan Raya Siulak
Warga Blokir Jalan Raya Siulak. (Antoni Rozi/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Kerinci – Puluhan dump truk yang bermuatan material basah di hadang warga di Jalan Raya Siulak pada Kamis (18/01/2018).
Truk bermuatan material kerikil galian C dari Kecamatan Gunung Kerinci tersebut dihadang warga, karena dianggap oleh warga melanggar perjanjian yang telah disepakati oleh warga Siulak dan organisasi dump truk dan pemilik galian C yang berada di Kecamatan Gunung Kerinci.
Sebelumnya pada 27 Maret 2017 lalu, Forum Kades dan warga sudah sepakat, pengusaha organisasi dump truk tidak mengangkut material basah.
BACA JUGA: Breaking News! Warga Semurup Kerinci Blokir Jalan Malam ini
Dikatakan salah seorang perwakilan dari masyarakat, material yang di bawa basah dan menyalahi aturan kesepakatan yang telah dibuat. “kami minta truk yang membawa material basah ini distop dulu, karena membuat jalan basah dan melanggar perjanjian,” ucap Iwan Karo, warga Siulak.
Diakui Iwan, sebelumnya sudah dibuat kesepakatan bahwa dump truk yang bermuatan galian C ini dikeringkan dan jika melebihi tonase, diminta ditutup pakai tarpal agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Hal senada juga di tuturkan oleh Afrizal, salah satu aktivis lingkungan yang berdomisili di Siulak. “Ya sengaja kita stop, karna sudah melanggar kesepakatan kita bersama,” ucapnya.
BACA JUGA: Ternyata, ini Penyebab Warga Semurup Nekat Blokir Jalan
Menurut Afrizal, semenjak galian C marak di Kecamatan Gunung Kerinci, lingkungan menjadi tercemar. Sebelumnya, masyarakat di sepanjang Batang Merao bisa menggunakan air di sungai untuk kebutuhan sehari – hari, baik mandi ataupun mencuci pakaian, namun semenjak maraknya tambang ilegal ataupun galian C, air di sungai jadi tercemar dan tidak bisa digunakan lagi. “Saat ini air sungai berubah bentuk menjadi keruh dan itukan pencemaran lingkungan,” sebutnya.
Di sisi lain, salah seorang sopir dump truk yang tidak mau namanya di publikasikan mengatakan, jika sampai sore nanti tidak ada solusinya, maka muatan akan mereka bongkar di tengah jalan. “Yo bilo dakdo solusi sampai jam 5 petang, tapakso kami bongkar muatan. Sebab kami lah rugi sahi ini uto dak jalan,” sebutnya. (rzi/clp)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: